Waspada Keracunan AC saat Tidur di Mobil saat Mesin Menyala
- 26 Mar 2026 09:08 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Perjalanan jauh bisa membuat pengendara merasa lelah dan kurang fokus saat berkendara. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika pengendara memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan tanpa istirahat.
Oleh karena itu, penting untuk beristirahat secara berkala, misalnya setiap 2–3 jam sekali, agar tubuh dan pikiran kembali segar. Selain itu, menjaga kondisi kendaraan, mengonsumsi makanan yang cukup, serta tidak mengemudi dalam keadaan mengantuk juga merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan jauh.
Ketika tidak banyak waktu untuk beristirahat, pengendara sering mengambil jalan pintas untuk beristirahat dengan cara yang salah. Seringkali pengendara yang merasa kelelahan tidur dalam keadaan AC dan mesin mobil menyala.
Hal tersebut tidaklah aman dari segi kesehatan dan keselamatan. Kemungkinan terbesar yang terjadi yaitu terjadinya kebocoran yang menjalar ke dalam kabin dan terhirup oleh pengendara yang sedang beristirahat.
Jika gas buang terhirup ke dalam paru-paru, maka kematian akan terjadi seketika. Menurunnya kadar oksigen dalam kabin menyebabkan pengendara sulit bernapas dan menghirup karbon monoksida. Bisa terjadi hilang kesadaran karena gas monoksida sudah mengalir dalam darah sehingga aluran oksigen akan berhenti mengalir ke otak.
Kurang lebih 1 jam, kematian bisa terjadi. Ada mitos mengatakan untuk membuka kaca jendela sehingga oksigen dapat masuk. Akan tetapi kebiasaan ini masih dianggap terlalu berbahaya pula dengan resiko kaca tertutup dan AC menyala.
Menyalakan AC saat tidur di mobil yang mesinnya tetap hidup sangat berbahaya karena dapat menyebabkan keracunan gas buang, terutama karbon monoksida (CO). Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga sulit dideteksi, tetapi sangat beracun jika terhirup dalam jumlah banyak.
Jika ada kebocoran pada sistem knalpot atau ventilasi yang kurang baik, gas tersebut bisa masuk ke dalam kabin mobil dan terhirup oleh penumpang yang sedang tidur. Akibatnya bisa berupa pusing, mual, sesak napas, hingga kehilangan kesadaran bahkan kematian. Oleh karena itu, sangat tidak disarankan tidur di dalam mobil dengan mesin menyala, demi menjaga keselamatan diri.
Coba untuk mencari tempat sejuk, contohnya parkir dibawah pohon rindang yang memiliki banyak oksigen. Tubuh anda akan merasa segar dengan menghirup oksigen. Walaupun lelah, jangan lupa untuk mengawasi barang berharga yang terdapat dalam kendaraan.
Istirahat sejenak dan berkualitas bisa membuat mata serta kondisi tubuh akan dapat mengendarai kendaraan dengan maksimal untuk sampai ke tujuan. (SW/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....