Niatnya Mendidik, Tapi Kok Jadi Menyakiti?

  • 06 Feb 2026 22:50 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pernahkah kamu mendengar istilah Toxic Parenting? Toxic parenting adalah pola pengasuhan yang secara sadar maupun tidak sadar dapat melukai kondisi emosional dan mental anak. Pola ini sering dianggap wajar karena diwariskan dari generasi sebelumnya.

Orang tua dengan toxic parenting cenderung mengontrol berlebihan, meremehkan perasaan anak, atau menuntut kesempurnaan. Anak akhirnya tumbuh dengan rasa takut, tidak percaya diri, dan sulit mengekspresikan diri.

Salah satu ciri toxic parenting adalah penggunaan kata-kata yang menjatuhkan dengan dalih mendidik. Kritik yang terus-menerus tanpa dukungan dapat membuat anak merasa tidak pernah cukup baik.

Dampak toxic parenting tidak hanya dirasakan saat anak kecil, tetapi juga terbawa hingga dewasa. Banyak individu mengalami kesulitan membangun hubungan sehat dan mengelola emosi akibat luka masa kecil.

Sayangnya, tidak semua orang tua menyadari bahwa pola asuhnya bersifat toxic. Kurangnya edukasi dan tekanan sosial sering membuat perilaku ini terus berulang.

Mengenali toxic parenting adalah langkah awal untuk memutus rantai pola asuh yang merugikan. Dengan komunikasi yang sehat dan empati, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi tumbuh kembang anak. (SG)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....