FKUB Bukittinggi Ingin Toleransi Beragama Tetap Terwujud, Ramadhan Datang

  • 15 Mar 2023 19:44 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bukittinggi tidak ingin bulan ramadhan yang dimaknai oleh umat Islam di daerah ini untuk melaksanakan ibadah dinodai oleh perselisihan dan permasalahan antar pemeluk agama lain.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bukittinggi Persalide kepada RRI, Selasa (14/3/2023) mengatakan selama ini di Kota Bukittinggi umat beragama yang bukan hanya satu agama dianut oleh warga kota tetap rukun dan damai. Hal itu perlu dipertahankan dan ditingkatkan di lapangan.

“ kami dari FKUB berharap kegiatan yang dilakukan oleh umat Islam untuk menyambut bulan suci ramadhan, jangan ada yang bersentuhan. Jadi, selama ini kita adem ayem saja, hendaknya di dalam rangka menyambut bulan ramadhan ini tidak ada timbul permasalahan dengan perselisihan untuk pelaksanaan kegiatan ini,”ujarnya

Dikatakan, di tahun 2023 ini merupakan bagian dari tahun politik dikarenakan tahapan pesta demokrasi berlangsung hingga hari pemungutan suara, maka Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bukittinggi tidak ingin adanya oknum dan pihak manapun yang membenturkan salah satu agama.

“dan juga kita berharap karena dalam tahun ini kan tahun politik, jangan juga dimanfaatkan untuk membenturkan salah satu agama yang ada di Kota Bukittinggi. Kami berharap kepada masyarakat seluruhnya baik dari lima agama itu, saling menjaga kita, karena di Bukittinggi selama ini belum ada terjadi sesuatunya di dalam menyambut hari besar keagamaan di masing-masing agama, Islam, Hindu, Katolik, Protestan, Budha, ini selalu kita jaga,”ucapnya

Pihaknya yakin seluruh pemeluk agama yang ada di Kota Bukittinggi menunjukkan partisipasinya untuk menghargai umat Islam di bulan ramadhan memiliki agenda ibadah dengan berpuasa, melaksanakan tarawih, tadarus dan ibadah lainnya.

“kami yakin agama lain pun menunjukkan partisipasinya yang bagus untuk agama islam,”katanya

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bukittinggi Persalide mencermati persoalan yang biasanya muncul ketika bulan ramadhan tentang jual beli makanan atau kuliner. Pihaknya menyebutkan jangan ada oknum yang mengatasnamakan satu agama hingga terjadi benturan di lapangan menyikapi transaksi jual beli makanan dan minuman di bulan ramadhan.

Menurutnya, Walikota Bukittinggi harus mengeluarkan edaran untuk menghimbau kepada seluruh masyarakat dengan agama yang dianutnya untuk memahami aturan yang diberlakukan, sehingga tidak ada pihak manapun yang merasa dirugikan untuk mencari nafkah dari usaha yang digeluti.

“nah, berkaitan dengan itu kami sudah bertemu dengan Bapak Sekda Kota Bukittinggi dan kami minta kepada Bapak Walikota untuk dapat menghadiri pertemuan bersama FKUB dalam menyambut bulan suci ramadhan. Jangan-jangan nanti yang berbuat yang lain mengatasnamakan satu agama, akhirnya berbenturan agama. Jadi, dengan itu kami minta Pak Walikota mengeluarkan himbauan bersama dengan kami tentang aturan buka warung makanan dan minuman selama bulan ramadhan. Warung makanan dan minuman itu dibuka dari jam berapa sampai jam berapa. Jangan sampai hendaknya nanti di dalam kegiatan bulan suci ramadhan ini dia mencari keuntungan tetapi ternoda kegiatan kita di bulan suci ramadhan, jangan saling menuduh dan saling menyalahkan untuk kegiatan bulan suci ramadhan. Iya benar, ada surat edaran walikota bukittinggi untuk seluruh masyarakat yang mencari nafkah di bulan suci ramadhan ini,”sebutnya

Disebutkan, dalam surat edaran walikota Bukittinggi itu juga ditegaskan waktu operasional untuk jual beli makanan dan minuman oleh seluruh pelaku usaha , sehingga masing-masing pemeluk agama saling menghormati saudaranya yang tengah menunaikan ibadah dari hari besar keagamaan yang ada.

“jadi surat edaran walikota itu dimaknai oleh seluruh warga kota Bukittinggi tanpa mengenal agama manapun. Kita pandang dalam bulan suci ramadhan ini umat islam menunaikan ibadahnya, mari kita hormati, termasuk seluruh agama yang lain, itu harapan kami untuk agama –agama yang lain,”jelasnya

Diketahui, sejauh ini Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bukittinggi rutin melaksanakan pertemuan lintas agama, untuk berkomunikasi dan berkoordinasi agar toleransi beragama selalu tercipta di daerah ini. Bahkan, jalan santai kerukunan umat beragama juga rutin digelar dari FKUB Bukittinggi, begitu juga malam keakraban umat beragama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....