Mengenal Konsep Sustainable Tourism
- 16 Sep 2026 07:54 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Liburan itu memang paling enak kalau bisa menikmati alam, budaya, dan kuliner lokal tanpa harus meninggalkan masalah baru di tempat yang kita kunjungi. Nah, sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan hadir dengan konsep sederhana: pariwisata tetap berkembang, tetapi lingkungan terjaga, budaya lokal dihargai, dan masyarakat setempat ikut merasakan manfaatnya.
Kenapa konsep ini makin penting? Data BPS menunjukkan sepanjang Januari–Juli 2025, Indonesia menerima 8,53 juta kunjungan wisatawan mancanegara, naik 10,04 persen dibanding periode yang sama pada 2024. Artinya, semakin banyak orang datang berwisata, semakin besar pula kebutuhan untuk mengelola destinasi agar tidak mengalami masalah seperti sampah, kepadatan, kerusakan alam, atau hilangnya karakter budaya lokal.
Sustainable tourism bukan berarti kita harus berhenti traveling atau selalu memilih destinasi yang mahal dan serba “eco-friendly”. Konsep ini lebih kepada bagaimana perjalanan kita memberikan dampak positif, misalnya menginap di akomodasi yang memperhatikan lingkungan, menggunakan transportasi secara bijak, mengurangi sampah plastik, membeli produk UMKM lokal, serta menghormati tradisi masyarakat setempat.
Contohnya sederhana, ketika berkunjung ke sebuah desa wisata, kita tidak hanya datang untuk foto-foto lalu pergi, tetapi juga menikmati produk lokal, menggunakan jasa pemandu masyarakat setempat, dan menjaga kebersihan destinasi.
Ini penting karena pariwisata bukan hanya soal jumlah wisatawan, tetapi juga bagaimana pertumbuhan tersebut tidak mengorbankan alam dan kehidupan masyarakat; fenomena overtourism di sejumlah destinasi Asia bahkan mulai menimbulkan persoalan sampah, tekanan infrastruktur, dan perubahan budaya.
Jadi, sustainable tourism sebenarnya mengajak kita menjadi wisatawan yang lebih sadar, datang untuk menikmati, bukan untuk merusak; pulang membawa kenangan, bukan meninggalkan masalah.
Apabila setiap wisatawan, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat ikut mengambil peran, destinasi wisata Indonesia bisa tetap indah, hidup, dan memberikan manfaat untuk generasi sekarang sekaligus generasi berikutnya. (AMP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....