Jadi Wisatawan Cerdas di Era Digital, Kenapa Tidak?
- 27 Agt 2026 12:27 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Liburan sekarang rasanya makin gampang, tinggal buka ponsel, cari destinasi, baca ulasan, lalu pesan tiket dan penginapan dalam hitungan menit. Data BPS menunjukkan perjalanan wisatawan nusantara pada Maret 2026 mencapai 126,34 juta perjalanan, naik 42,10% dibandingkan Maret 2025, yang menunjukkan betapa tingginya mobilitas wisata di Indonesia.
Namun, kemudahan digital juga punya sisi lain: informasi yang terlalu banyak bisa membuat kita salah pilih, bahkan tertipu. Karena itu, wisatawan cerdas tidak langsung percaya pada foto atau rating, tetapi membandingkan beberapa sumber, membaca ulasan terbaru, mengecek lokasi sebenarnya, serta memastikan akun atau platform pemesanan memang terpercaya.
Kebiasaan mencari dan memesan perjalanan secara online juga sudah menjadi bagian dari perilaku wisatawan Indonesia. Survei Katadata Insight Center pada 2025 mencatat 87,2% responden menggunakan layanan online untuk memesan akomodasi, sementara 73,2% menggunakannya untuk membeli tiket pesawat dan 72,6% untuk tiket kereta. Jadi, kemampuan menggunakan teknologi dengan bijak kini sama pentingnya dengan kemampuan menentukan destinasi.
Menjadi wisatawan cerdas juga berarti tahu kapan harus menggunakan teknologi dan kapan harus menghargai kehidupan di dunia nyata. Manfaatkan aplikasi untuk mengecek rute, cuaca, harga, tiket, hingga ulasan, tetapi jangan lupa menjaga etika, hormati adat setempat, jangan membuang sampah sembarangan, jangan mengambil foto orang tanpa izin, dan dukung pelaku usaha lokal. Dengan begitu, perjalanan bukan cuma menghasilkan foto bagus untuk media sosial, tetapi juga pengalaman yang berarti bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar.
Pada akhirnya, wisatawan cerdas bukanlah mereka yang paling sering bepergian atau paling banyak mengunggah destinasi di media sosial. Wisatawan cerdas adalah mereka yang tahu apa yang ingin dicari, mampu memilah informasi, aman dalam bertransaksi, bijak menggunakan teknologi, dan tetap menghargai tempat yang dikunjungi. Di era digital, jangan biarkan algoritma yang menentukan seluruh perjalanan kita, gunakan teknologi sebagai alat, sementara keputusan tetap berada di tangan kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....