Lagu Daerah Naik Kelas di Era Digital
- 19 Agt 2026 09:27 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Dulu, lagu daerah mungkin lebih sering terdengar saat upacara, acara sekolah, atau pertunjukan budaya, tetapi sekarang tempatnya bisa berpindah ke layar ponsel dan masuk ke FYP jutaan orang. Era digital justru membuka kesempatan baru bagi musik daerah untuk dikenal lebih luas, bahkan oleh anak muda yang sebelumnya mungkin tidak terlalu akrab dengan lagu-lagu tersebut.
Fenomena ini terlihat dari popularitas musik lokal di TikTok sepanjang 2025, salah satunya “Tabola Bale” yang masuk daftar Songs of the Summer 2025 TikTok Indonesia dan digunakan dalam tren dance yang menampilkan pakaian serta tarian daerah. Data tersebut menunjukkan bahwa musik dengan identitas lokal tidak harus kehilangan karakter untuk bisa diterima pasar digital; justru keunikan bahasa, irama, dan budaya bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Lagu-lagu dari Jawa juga mengalami hal serupa, dengan sejumlah karya berbahasa Jawa ramai digunakan di TikTok dan Reels sepanjang 2025, membuktikan bahwa bahasa daerah masih bisa terasa dekat dengan generasi digital. Kuncinya bukan sekadar membuat lagu daerah terdengar modern, tetapi bagaimana kreativitas aransemen, visual, dance challenge, dan konten kreator membuat lagu tersebut punya alasan untuk didengarkan dan dibagikan.
Di sinilah media sosial punya peran besar sebagai “panggung baru” bagi budaya daerah, karena satu potongan lagu berdurasi beberapa detik saja bisa memancing orang untuk mencari versi lengkapnya, membuat konten, hingga mengenal budaya di balik lagu tersebut. Fenomena lagu-lagu Timur seperti “Tabola Bale”, “Stecu Stecu”, dan “Pica Pica” yang ramai beredar di media sosial pada 2024–2025 memperlihatkan bagaimana irama enerjik, lirik yang mudah diingat, dan identitas lokal dapat menjadi kombinasi yang kuat di ruang digital.
Pada akhirnya, lagu daerah tidak harus tinggal sebagai kenangan masa lalu; ia bisa ikut tumbuh bersama zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana musisi, kreator, sekolah, komunitas, dan generasi muda tidak hanya menjadikan lagu daerah sebagai sound yang viral, tetapi juga mengenal cerita, bahasa, nilai, dan budaya yang ada di baliknya, karena ketika sebuah lagu daerah berhasil masuk playlist anak muda, sebenarnya yang sedang naik kelas bukan cuma musiknya, tetapi juga identitas budaya kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....