Digital Bukan Tren, tapi Kebutuhan Masa Depan
- 22 Agt 2026 17:45 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Dulu, digitalisasi mungkin terasa seperti pilihan, mau punya media sosial, jualan online, atau menggunakan aplikasi digital, silakan. Sekarang ceritanya berbeda, karena internet sudah menjadi bagian dari cara kita bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mencari peluang.
Di Indonesia, perkembangan ini terlihat dari survei APJII yang kini bahkan sudah menyediakan data penetrasi internet hingga 2026, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap konektivitas digital terus menjadi perhatian utama.
Bukan cuma soal berapa banyak orang yang terhubung ke internet, tetapi bagaimana koneksi tersebut mengubah kebiasaan dan membuka akses terhadap informasi, pendidikan, pekerjaan, serta bisnis.
Di tingkat Asia Tenggara, skalanya bahkan semakin besar; laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan ekonomi digital kawasan ini akan menembus lebih dari US$300 miliar GMV pada 2025, dengan pertumbuhan GMV dan pendapatan sekitar 15% secara tahunan.
| Baca juga: Cuan dari Ekonomi Digital untuk Mahasiswa |
Artinya, dunia digital bukan lagi sekadar tempat untuk eksis atau mengikuti tren, tetapi sudah menjadi ruang nyata tempat orang bertransaksi, membangun karier, menjalankan bisnis, dan menciptakan inovasi.
Menariknya, perkembangan berikutnya bukan hanya tentang media sosial atau marketplace, tetapi juga kecerdasan buatan atau AI. Laporan yang sama mencatat bahwa 79% pekerja di Asia Tenggara telah belajar menggunakan AI, sementara 43% menggunakannya untuk kebutuhan pribadi sekaligus profesional.
Jadi, kemampuan digital ke depan bukan sekadar bisa memakai gawai, tetapi juga mampu memahami teknologi, beradaptasi, berpikir kritis, dan memanfaatkannya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi, “Apakah kita perlu masuk ke dunia digital?” tetapi “Seberapa siap kita menghadapi dunia yang semakin digital?” Teknologi akan terus berubah, tetapi satu hal yang tidak boleh berubah adalah kemauan kita untuk belajar, beradaptasi, dan tetap menjadi manusia yang mampu menggunakan teknologi sebagai alat untuk tumbuh, bukan justru dikendalikan olehnya. (AMP/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....