Siapa yang Menjahit Bendera Pertama Indonesia?

  • 18 Agt 2026 09:04 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Kalau setiap 17 Agustus kita melihat Merah Putih berkibar, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa bendera yang dikibarkan saat Proklamasi 1945 dijahit sendiri oleh Fatmawati, istri Soekarno. Bendera tersebut kemudian dikenal sebagai Bendera Pusaka dan pertama kali dikibarkan setelah Soekarno membacakan Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Yang menarik, proses pembuatannya ternyata jauh dari kesan mewah atau serba mudah seperti sekarang. Fatmawati menjahit bendera Merah Putih menggunakan mesin jahit tangan, sementara kain merah dan putih yang digunakan berasal dari pemberian Hitoshi Shimizu melalui Chairul Basri pada 1944.

Bendera Pusaka yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945 berukuran sekitar 300 × 200 sentimeter, meskipun ukurannya kini menjadi sekitar 274 × 196 sentimeter karena pernah dicuci beberapa kali pada masa lalu. Bendera tersebut dikibarkan oleh Latief Hendraningrat dan Soehoed, lalu diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh para hadirin.

Seiring bertambahnya usia, kondisi Bendera Pusaka semakin rapuh sehingga tidak lagi digunakan untuk upacara kenegaraan dan digantikan dengan bendera duplikat; sumber resmi kebudayaan mencatat Bendera Pusaka terakhir dikibarkan di Istana Merdeka pada 17 Agustus 1968. Kini, benda bersejarah tersebut diperlakukan sebagai warisan budaya yang harus dijaga, bahkan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional sejak 2015.

Jadi, di balik bendera Merah Putih yang setiap tahun kita kibarkan, ada tangan seorang perempuan yang ikut menorehkan sejarah kemerdekaan Indonesia. Fatmawati bukan hanya menjahit kain merah dan putih, tetapi menjahit sebuah simbol yang hingga hari ini menyatukan ratusan juta rakyat Indonesia dalam satu identitas, Merah Putih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....