ISO 22000 Dapur SPPG Kab Agam, Perkuat Audit Nasional MBG

  • 07 Jul 2026 08:16 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - 200 relawan dari empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Dapur Padang Tarok, Akabiluru, IV Koto, dan Koto Tinggi, mengikuti Pelatihan Sertifikasi Food Safety Management System ISO 22000, SSOP, GMP, dan HACCP di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Selasa, 7 July 2026

Peserta pelatihan terdiri dari juru masak, ahli gizi, akuntan, serta supervisor SPPI yang akan bertugas mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Pelatihan diselenggarakan oleh Yayasan Perubahan Perbaikan Anak Bangsa bekerja sama dengan Sentra Pendidikan Pelatihan Vokasi ARA, dengan menghadirkan Director & Founder Sentra Pendidikan Pelatihan Vokasi ARA, Arisman Al Faridzi, SE., M.Si., C.STMI., CPS., C.TPS., pHRMH, sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini bertujuan membekali seluruh pengelola dapur dengan standar internasional mengenai keamanan pangan, jaminan mutu, perlindungan konsumen, serta keberlanjutan organisasi, sehingga seluruh operasional dapur MBG berjalan sesuai prosedur dan siap menghadapi proses audit maupun sertifikasi.

Arisman Al Faridzi mengatakan, pelatihan tersebut menjadi langkah strategis agar seluruh personel SPPG memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan sistem keamanan pangan sebelum empat dapur binaan Yayasan Perubahan Perbaikan Anak Bangsa mulai beroperasi pada 13 Juli 2026.

"Keberadaan SPPI yang membina empat dapur SPPG harus membawa perubahan dalam tata kelola. Dengan pemahaman yang seragam mengenai ISO 22000, SSOP, GMP, dan HACCP, pengelola akan lebih siap ketika menghadapi audit maupun proses penerbitan sertifikasi," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan berkelanjutan dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Arisman juga menilai, berbagai dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan MBG di sejumlah daerah harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengelolaan ke depan.

"Kelemahan pengelolaan MBG sejauh ini ke depan perlu dilakukan perbaikan kebijakan, termasuk intervensi yang terus dilakukan agar kualitas layanan semakin baik," katanya.

Ia menambahkan, berbagai kasus yang muncul terkait pelaksanaan MBG di Indonesia seharusnya menjadi pembelajaran berharga, bukan menjadi penghambat pelaksanaan program.

Justru, pengelola SPPG dituntut terus berbenah, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat penerapan standar keamanan pangan demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Melalui pelatihan sertifikasi ini, seluruh relawan diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip Food Safety Management System secara konsisten, mulai dari pengolahan bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat.

Dengan kesiapan sumber daya manusia yang telah dibekali standar internasional, empat dapur SPPG binaan Yayasan Perubahan Perbaikan Anak Bangsa diharapkan dapat mengawali operasional Program Makan Bergizi Gratis pada 13 Juli mendatang secara profesional, aman, dan sesuai standar mutu pangan. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....