Dandim 0304/Agam, “Koperasi Merah Putih Sianok Tidak di Lokasi Terisolir”

  • 04 Jul 2026 15:19 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0304/Agam membantah informasi yang menyebutkan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih dibangun di lokasi terisolir, dan susah diakses warga di Nagari (Desa) Sianok, Kabupaten Agam.

Dandim 0304/Agam, Letkol Infanteri Slamet Dwi Santoso, mengatakan, informasi di media sosial yang beredar tidak secara utuh, lokasi itu ramai rumah warga dan setiap hari dilalui pengendara dari Bukittinggi ke Agam, terpenting lagi itu ada di kawasan objek wisata Ngarai Sianok.

“Dari pantauan di lapangan, Koperasi Merah Putih Nagari Sianok mudah dilalui kendaraan berbagai jenis ukuran karena memiliki akses jalan baik, tepatnya berada di sebelah kanan setelah melewati jembatan batas antara Kota Bukittinggi, dengan Kabupaten Agam,” jelasnya, Jumat, 3 Juli 2026.

Slamet Dwi Santoso menerangkan, di sekitar koperasi, karena merupakan daerah wisata, banyak dijumpai rumah-rumah warga dan rumah makan. Di sebelahnya, juga ada Kantor Bamus Nagari Sianok, yang akan segera dijadikan Kantor Wali Nagari.

"Pemilihan dan penentuan lokasi bangunan koperasi dilakukan oleh pemerintah nagari bersama tokoh adat di KAN daerah setempat, kita juga memahami keterbatasan lahan yang dimiliki oleh nagari. Kantor Walinagari juga akan dipindah ke sini hingga semakin ramai masyarakat yang datang," ulasnya.

Menurut Slamet Dwi Santoso, Koperasi Merah Putih Sianok nantinya juga diperuntukkan bagi masyarakat setempat untuk menjual hasil panen serta membeli keperluan harian.

"Sesuai arahan Presiden, Kopdeskel adalah program pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pusat layanan terpadu di setiap desa," tegas Dandim.

Slamet Dwi Santoso menambahkan, fasilitas ini umumnya mencakup gerai sembako, klinik desa, apotek, simpan pinjam mikro, hingga logistik termasuk hasil panen warga daerah.

"Sehingga nanti hasil panen itu dari koperasi itu yang mengelola nanti mungkin dipasarkan ke mana, sehingga masyarakat tidak kebingungan ke mana harus menjual hasil panen tersebut, hasil alam yang mereka peroleh," ungkapnya.

Koperasi Sianok telah rampung sejak tiga bulan lalu, dan Slamet Dwi Santoso menargetkan, 25 koperasi berdiri di 2026, dengan realisasi 13 sudah berhasil didirikan hingga saat ini. (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....