Pemkab Agam Gencarkan Program Rehabilitasi Lahan Pertanian 250 Hektar

  • 25 Jun 2026 02:38 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Agam - Pemerintah Kabupaten Agam melanjutkan program rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana alam banjir bandang di wilayah setempat, dengan target seluas 250 hektar.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Agam, Heri Prasetyo Wibowo mengatakan, pihaknya melanjutkan program tersebut setelah rehabilitasi tahap pertama telah terealisasi akhir Mei 2026 lalu. Untuk lanjutan, fokus sasaran meliputi kawasan Matur dan Malalak.

“Rehabilitasi lanjutan kali ini bakal dimulai pada awal Juli dan diperkirakan selesai akhir September 2026,” ungkap Heri didampingi Kabid Sarana, Prasarana dan Penyuluh Distan Agam, Yasriandi, Rabu 24 Juni 2026.

Kepala Distan Agam menyebut, pihaknya menganggarkan untuk rehabilitasi lanjutan tersebut sebesar Rp 3,75 Miliar. Anggaran tersebut berasal dari Kementrian Pertanian RI untuk percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana di wilayah setempat.

“Bantuan ini akan disalurkan pada kelompok tani tergantung luasan lahan yang akan direhabilitasi. Per-hektar lahan sawah dianggarkan sebesar Rp 13,5 juta,” sebut Heri Prasetyo.

Dikatakan, proses rehabilitasi dilakukan melalui pola swakelola yang melibatkan kelompok tani setempat. Keterlibatan langsung para petani dinilai menjadi langkah strategis agar proses pemulihan berjalan lebih cepat sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat terdampak bencana.

“Selain proses rehabilitasi lebih cepat, langkah ini sekaligus dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya para petani,” katanya.

Dia mengutarakan, di kawasan fokus sasaran tersebut, pihaknya masih mendata penerima manfaat program rehabilitasi. Saat ini, pihaknya baru menerima data seluas 130 hektar.

“Kami masih terus melakukan pendataan di kawasan Malalak dan Matur. Namun, jika belum memenuhi target yang diharapkan, program rehabilitasi selebihnya akan disalurkan kembali ke Palembayan dan Tanjung Raya,” terangnya.

Percepatan rehabilitasi itu, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah pascabencana.

“Pemulihan lahan sawah ini menjadi langkah penting agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal dan produktif,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Lakuak Sepakat, Muhammad Rizal, menyampaikan apresiasi pada pemerintah atas penyaluran program rehabilitasi lahan persawahan yang diterima oleh kelompoknya.

Program tersebut dinilai memberikan dampak nyata bagi para petani yang sebelumnya terdampak bencana alam dan kehilangan produktivitas lahan mereka.

Menurut Rizal, bantuan tersebut menjadi angin segar bagi para petani yang sempat mengalami keterpurukan akibat rusaknya lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan keluarga mereka.

Dengan adanya upaya pemulihan lahan, aktivitas bercocok tanam kini mulai kembali berjalan dan diharapkan dapat mencapai kondisi optimal seperti sebelum bencana terjadi.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan program rehabilitasi ini. Terimakasih pada pemerintah yang telah memberikan perhatian pada kami,” ujarnya.

Ia menuturkan, pascabencana dirinya dan para petani lain di kelompoknya sempat mengalami kesulitan yang cukup berat. Lahan sawah yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga mereka mengalami kerusakan, sehingga hasil pertanian menurun drastis.

Meski tetap berupaya menggarap sebagian lahan yang masih dapat dimanfaatkan, hasil panen yang diperoleh jauh dari kata mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Pascabencana, saya masih berusaha untuk menggarap lahan yang tersisa, namun hasilnya tidak dapat seoptimal sebelumnya. Hasil panen yang sebelumnya rata-rata 30 karung, hanya tersisa 3 karung,” ungkapnya.

Kini, dengan mulai pulihnya kondisi lahan melalui program rehabilitasi tersebut, Rizal mengaku kembali memiliki harapan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Kami bersyukur karena lahan yang sempat rusak kini perlahan dapat kembali digarap sebagaimana mestinya, sehingga aktivitas pertanian di kelompoknya dapat kembali berjalan normal,” ulasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....