Pemkab Pasbar Gandeng BI hingga Bulog Bukittinggi Gencarkan Gerakan Pangan Murah

  • 22 Jun 2026 00:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Pasaman Barat - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat dan Perum Bulog Cabang Bukittinggi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di dua kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Pasar Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, pada Rabu 17 Juni 2026 dan berlanjut di Pasar Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kamis 18 Juni 2026.

Pelaksanaan GPM di Ujung Gading dibuka Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pasaman Barat, Gusmalini, sedangkan di Pasar Kapa dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Pasaman Barat, Sifrowati Yulianto.

Sifrowati mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah dinamika ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata kolaborasi dalam menjaga keterjangkauan harga pangan serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya, dikutip dari Kominfo, Senin 22 Juni 2026.

Menurut dia, program tersebut menjadi instrumen penting dalam mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), inflasi Kabupaten Pasaman Barat pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,61 persen secara tahunan (year on year) dan 1,03 persen secara bulanan (month to month). Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah.

“Melalui GPM ini, harga pangan diharapkan tetap terjangkau, kebutuhan masyarakat terpenuhi, daya beli terjaga, dan inflasi daerah dapat dikendalikan,” kata Sifrowati.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp60.000 per kemasan ukuran lima kilogram. Untuk memastikan pemerataan, pembelian dibatasi satu kemasan per orang sesuai kuota yang telah ditetapkan panitia.

Selain beras, warga juga mendapatkan paket edukasi kebanksentralan dari Bank Indonesia yang berisi bawang merah, minyak goreng, dan cabai merah. Program itu sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan literasi masyarakat terkait pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.

“Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata kolaborasi dalam menjaga keterjangkauan harga pangan serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya, dikutip dari Kominfo, Sabtu (20/6/2026).

Menurut dia, program tersebut menjadi instrumen penting dalam mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), inflasi Kabupaten Pasaman Barat pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,61 persen secara tahunan (year on year) dan 1,03 persen secara bulanan (month to month). Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah.

“Melalui GPM ini, harga pangan diharapkan tetap terjangkau, kebutuhan masyarakat terpenuhi, daya beli terjaga, dan inflasi daerah dapat dikendalikan,” kata Sifrowati.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp60.000 per kemasan ukuran lima kilogram. Untuk memastikan pemerataan, pembelian dibatasi satu kemasan per orang sesuai kuota yang telah ditetapkan panitia.

Selain beras, warga juga mendapatkan paket edukasi kebanksentralan dari Bank Indonesia yang berisi bawang merah, minyak goreng, dan cabai merah. Program itu sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan literasi masyarakat terkait pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....