Pesona Bisnis Berkelanjutan Perempuan Hebat di Market Day

  • 18 Mei 2026 11:25 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Sudamala Resort di Sanur menjadi saksi bisu kebangkitan pengusaha perempuan dalam acara Women Ecopreneurs Market Day. Acara yang digelar pada 9 Mei 2026 ini menampilkan inovasi produk ramah lingkungan dari berbagai daerah Indonesia.

Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Women’s Earth Alliance (WEA) merupakan organisasi global yang mendukung solusi lingkungan dan iklim berbasis kepemimpinan perempuan di lebih dari 31 negara bersama Pratisara Bumi Foundation, sebuah organisasi non-profit yang mendukung orang muda dan perempuan di komunitas akar rumput untuk mengembangkan solusi lokal bagi pembangunan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memberikan ruang bertumbuh bagi pelaku usaha perempuan yang peduli pada isu sosial dan lingkungan.

Para peserta merupakan pelaku usaha perempuan yang mengikuti pendampingan bisnis Women Ecopreneurs Lab yang menggunakan WEA Eco-Entrepreneurship Toolkit. Peserta terpilih dari pelosok nusantara, dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan untuk menunjukkan progres bisnisnya.

“Harapannya, produk lokal yang dibuat oleh para ibu pengrajin bisa dikenal luas dan bisa mengakses pasar yang tepat,” ungkap Aziza. Founder Kriya Kite tersebut optimis bahwa feedback langsung dari pengunjung akan memicu semangat para pengrajin.

Melisa, Program Manager WEA di Indonesia, menegaskan bahwa Market Day adalah ruang pembuktian nyata bagi para perempuan akar rumput. Di sini, mereka tidak hanya berjualan, tetapi juga melakukan riset pasar secara langsung kepada para calon pembeli.

“Di sini pula kami membuka akses bagi mereka untuk terhubung dengan pembeli serta peluang rantai pasok yang sulit dijangkau,” tambah Melisa. Hubungan ini diharapkan mampu memutus kendala akses pasar yang selama ini dialami perempuan pelaku usaha.

Suasana acara terasa sangat hidup dengan kehadiran 20 stan eco-market yang menawarkan produk unik dan berkualitas tinggi. Pengunjung yang hadir tampak antusias mengeksplorasi produk upcycle berbahan limbah hingga tekstil dengan pewarna alami.

Selain berbelanja, para pengunjung juga bisa mengikuti lokakarya interaktif seperti teknik menganyam limbah gedebog pisang. Sesi ini memberikan pengalaman berharga tentang bagaimana limbah di tangan kreatif bisa berubah menjadi barang bernilai ekonomi.

Salah satu bintang dalam pameran ini adalah SABAI, brand asal Sumatera Barat yang mengolah lado, cabai endemik Sumatera, menjadi sambal. Bisnis ini lahir dari kepedulian terhadap degradasi lahan di Bukik Pukek, Lembah Harau serta upaya membantu petani lokal mendapatkan harga yang adil.

SABAI berhasil mencerminkan praktik pertanian bertanggung jawab yang menyasar pasar urban dan keluarga yang menghargai produk lokal. Produk mereka menjadi bukti bahwa bumbu dapur harian bisa memiliki dampak positif bagi kelestarian alam.

Keseluruhan acara ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam mendorong pola produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Women Ecopreneurs Market Day bukan sekadar pasar, melainkan gerakan kolektif untuk masa depan bumi yang lebih baik. (DR/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....