Pemkab Agam Komit Sukseskan Program Gerakan Tanam 50 Ribu Hektare di Tanjung Raya
- 05 Mei 2026 10:41 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Agam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam menyatakan komitmennya dalam merealisasikan Program Gerakan Tanam (Gertam) 50.000 Hektare secara Nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia dengan total bantuan mencapai Rp29 miliar.
Hal ini disampaikan Bupati Agam Benni Warlis bahwa wilayah Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya dipercaya menjadi salah satu lokasi pusat pelaksanaan Gertam yang sudah berjalan sejak 30 April 2026 secara nasional. Menurut Bupati Benni, percepatan Program Gertam 50.000 Hektare ini perlu didukung secara penuh dalam rangka menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Dalam kesempatan itu, Bupati Agam Benni Warlis merinci bahwa pihaknya telah memiliki sekitar 1.700 hektare lahan dan saat ini ada 300 hektare yang sudah dikerjakan. Meskipun, Pemerintah Kabupaten Agam tidak menutup kemungkinan akan mengusulkan segera tambahan 200 Hektare untuk perluasan. Termasuk, penangananan 500 hektare lahan rusak sedang dan 200 Hektare rusak berat pasca bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
“Dari total lahan yang mendapat bantuan, sebagian besar berada di wilayahnya dan progress pengerjaan telah berjalan kira-kira satu bulan,” terangnya, Selasa 5 Mei 2026.
Melalui Program Gertam 50.000 Hektare Kementan RI di wilayah Koto Kaciak Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, dikatakan Bupati Benni, akan didukung tidak hanya lahan namun juga sejumlah alat penunjang. Seperti bantuan eskavator dan traktor, bantuan benih serta kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan Program Strategis Nasional tersebut.
“Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan skema padat karya, dimana dana langsung ditransfer ke rekeningkelompok tani. Sehingga mereka dapat mandiri dalam mengelola pengerjaan, termasuk penyewaan alat berat,” sambung Bupati Benni.
Sedangkan, Kementerian Republik Indonesia melalui Kepala Pusat pelatihan BBPSDMP Kementan RI, Teddy Dirhamsyah menyampaikan bahwa pemilihan Kabupaten Agam sebagai salah satu lokus Program Gertam 50.000 Hektare secara nasional ini bukanlah tanpa alas an. Teddy Dirhamsyah bersama Kementan RI menilai, Pemerintah Kabupaten Agam memiliki komitmen dan respons cepat dalam upaya penanganan bencana, khususnya di sektor pertanian.
“Agam menjadi salah satu daerah dengan dampak bencana terluasi di Sumatera Barat. Namun respons pemerintah daerah sangat cepat dan sigap, ini yang kami apresiasi,” ungkap Kepala BBPSDMP Kementan RI.
Sementara itu, Kelompok Tani Lakuak Sepakat Bayua Jorong Sungai Rangeh M.Rizal memastikan pihaknya akan proaktif dan siap melaksanakan amanat dan kesempatan emas yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Agam untuk mensukseskan program Gerakan Tanam 50.000 Hektare di wilayahnya saat ini.
“Tentu ini adalah kesempatan yang baik, dan akan kami jalankan instruksi ini,” singkat M.Rizal.
Sebagaimana diketahui, Kementan RI menargetkan 50.000 Hektare dalam Program Gertam Nasional yang terdiri dari Optimalisasi Lahan (Oplah) 2024 seluas 20.000 Hektare, Oplah 2025 seluas 18.800 Hektare, CSR 2025 seluas 10.322 Hektare, serta rehabilitasi pascabencana seluas 1.116 Hektare. Sedangkan, khusus di Sumatera Barat lahan terdampak bencana yang telah direhabilitas dan ditanami mencapai 2.2026 Hektare. (ALW/RRI BKT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....