Urban Farming Membuat Kota Lebih Hijau Kreatif

  • 29 Des 2025 14:48 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Kota besar sering identik dengan gedung tinggi, polusi, dan minim ruang hijau. Tapi tren urban farming mulai mengubah cara pandang ini. Urban farming, yaitu menanam sayur, buah, atau tanaman hias di area terbatas seperti atap, balkon, atau lahan kosong, bukan cuma soal pangan, tapi juga bikin kota lebih hijau dan kreatif.

Data dari Global Urban Farming Report menunjukkan populasi urban farming di kota besar meningkat hingga 30% dalam 5 tahun terakhir, terutama di Asia dan Eropa. Anak muda semakin tertarik bikin kebun mini di rumah, apartemen, atau komunitas. Tren ini jadi solusi kreatif untuk masalah kota padat yang minim ruang hijau.

Selain manfaat lingkungan, urban farming juga punya nilai edukatif dan sosial. Anak muda bisa belajar teknik hidroponik, aquaponik, atau vertikultur sambil bikin komunitas. Bahkan beberapa sekolah dan kampus sudah mulai memasukkan urban farming ke program edukasi supaya generasi muda lebih sadar soal pangan sehat dan keberlanjutan.

Urban farming juga memberi dampak ekonomi yang nyata. Produk lokal dari kebun kota bisa dijual di pasar atau online, sehingga anak muda punya peluang penghasilan tambahan. Ditambah, urban farming jadi ajang kreativitas: dekorasi tanaman, desain hidroponik, sampai konten media sosial yang viral.

Intinya, urban farming bikin kota lebih hijau dan hidup lebih sehat. Dari balkon apartemen sampai lahan kosong komunitas, tiap tanaman yang ditanam bukan cuma makanan, tapi juga cara anak muda berinovasi. Dengan begitu, kota jadi tempat yang lebih kreatif, berkelanjutan, dan penuh energi positif. (AMP/RRIBKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....