Wisata Desa sebagai Model Ekonomi Berkelanjutan
- 26 Des 2025 22:58 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Wisata desa sekarang udah naik kelas. Bukan lagi sekadar pilihan cadangan kalau bosan ke kota atau pantai mainstream, tapi justru jadi bintang baru di pariwisata berkelanjutan. Konsepnya dekat dan membumi: desa mengelola sendiri alam, budaya, dan cerita hidup mereka untuk dibagikan ke wisatawan. Yang dicari bukan cuma foto estetik, tapi pengalaman nyata yang hangat dan jujur sesuatu yang susah banget ditemuin di hiruk-pikuk kota.
Potensinya juga nggak main-main. Indonesia punya ribuan desa wisata yang terus tumbuh setiap tahun. Dan yang bikin beda, uang dari wisatawan nggak berhenti di hotel besar atau investor luar, tapi langsung berputar di dapur warga. Dari sini, pariwisata bukan cuma soal liburan, tapi juga cara nyata buat bikin ekonomi lebih adil dan merata.
Dampaknya terasa langsung di kehidupan masyarakat. Lewat homestay, kuliner khas, kerajinan tangan, sampai jadi pemandu lokal, pendapatan warga meningkat signifikan. Banyak anak muda desa yang dulu merasa harus pergi jauh untuk punya masa depan, sekarang justru memilih pulang. Desa berubah jadi ruang tumbuh, bukan lagi tempat yang ditinggalkan.
Yang bikin wisata desa makin bermakna adalah caranya menjaga keseimbangan. Alam nggak dieksploitasi, budaya nggak dijual berlebihan. Wisatawan diajak ikut menanam padi, belajar membuat kerajinan, atau menjelajah alam dengan penuh rasa hormat. Liburannya tetap seru, tapi juga ada rasa sadar dan peduli.
Pada akhirnya, wisata desa ngingetin kita kalau pariwisata nggak harus mewah buat punya dampak besar. Dengan pengelolaan yang tepat, desa bisa jadi pusat ekonomi baru yang ramah lingkungan dan manusiawi. Buat generasi muda, wisata desa bukan cuma tempat healing, tapi juga inspirasi tentang bagaimana masa depan bisa dibangun bareng, pelan-pelan, dan berkelanjutan. (AMP/RRIBKT)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....