Tetangga Bukan Sekadar Sapa, Tapi Tim Darurat

  • 26 Des 2025 22:12 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Bencana itu datang tanpa permisi. Nggak peduli rumah kita besar atau kecil, milik sendiri atau kontrakan, semua punya risiko yang sama. Karena itu, punya lingkungan yang kompak jadi super penting. Tetangga bukan cuma orang yang kita temui sekilas tiap pagi, tapi bisa jadi orang pertama yang nolong kita saat keadaan darurat.

Fakta di lapangan juga nunjukin hal yang sama. Data BNPB dan berbagai studi kebencanaan menyebutkan kalau lingkungan yang masih kuat budaya gotong royongnya biasanya lebih cepat bangkit setelah bencana. Waktu banjir misalnya, tetangga yang saling komunikasi bisa bantu evakuasi, berbagi logistik, sampai kasih pertolongan pertama sebelum bantuan resmi datang. Di situ kelihatan banget kalau solidaritas lokal itu nyata dan berdampak.

Di sinilah peran anak muda jadi penting. Kita bisa mulai dari hal sederhana, kayak bikin grup WhatsApp khusus info darurat, tahu rumah siapa yang isinya lansia atau anak kecil, sampai latihan evakuasi bareng warga. Selain bikin lingkungan lebih siap, hal-hal kecil ini juga bikin hubungan antar tetangga makin dekat dan nggak canggung.

Bukan cuma soal fisik, kesiapan mental juga ngaruh besar. Saat kita tahu ada tetangga yang siap bantu, rasa panik biasanya jauh berkurang. Situasi darurat jadi lebih terkendali karena semua orang paham peran masing-masing. Anak muda bisa jadi motor penggerak budaya saling jaga ini, supaya lingkungan nggak cuma aman, tapi juga hangat dan peduli.

Intinya, tetangga itu lebih dari sekadar teman sapa. Mereka adalah tim darurat pertama kita. Dengan komunikasi yang baik dan rasa solidaritas, lingkungan bisa jadi lebih kuat menghadapi bencana. Jadi, yuk mulai lebih aktif dan peduli sama sekitar, karena bencana terasa lebih ringan kalau dihadapi bareng-bareng. (AMP/RRIBKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....