Community-Based Tourism, Cara Liburan yang Lebih Manusiawi
- 24 Des 2025 15:44 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Pariwisata itu sebenarnya bukan cuma soal spot foto yang estetik atau sunset yang bikin feed Instagram makin kece. Lebih dari itu, pariwisata juga soal siapa yang benar-benar merasakan dampaknya. Di sinilah Community-Based Tourism (CBT) jadi konsep yang relevan dan terasa “hidup”. Lewat CBT, masyarakat lokal nggak cuma jadi penonton, tapi justru jadi pemain utama dalam mengelola dan mengembangkan wisata di daerah mereka sendiri.
CBT juga bukan sekadar istilah keren di atas kertas. Di banyak tempat, konsep ini sudah jadi sumber perubahan nyata. Contohnya di Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, di mana warga terlibat langsung mulai dari penanaman mangrove, aksi bersih pantai, sampai mengelola atraksi wisata. Hasilnya bukan cuma lingkungan yang lebih terjaga, tapi juga pendapatan warga yang meningkat dan kualitas hidup yang makin baik.
Menariknya, tren ini sejalan dengan cara pikir wisatawan masa kini. Banyak traveler sekarang nggak lagi puas hanya datang, foto, lalu pulang. Mereka ingin pengalaman yang lebih bermakna , mengenal budaya lokal, bertemu langsung dengan warganya, dan merasa uang yang mereka keluarkan punya dampak positif. Data global pun menunjukkan hal ini: mayoritas wisatawan ingin liburan yang autentik dan bermanfaat bagi komunitas setempat.
Contoh lain yang bikin bangga datang dari Desa Pemuteran di Bali. Desa kecil ini mendapat pengakuan internasional karena konsisten menjalankan pariwisata berbasis komunitas dan konservasi laut. Pengakuan tersebut bukan cuma soal prestise, tapi juga membuka peluang lebih besar bagi warga untuk meningkatkan ekonomi, tanpa harus mengorbankan budaya dan alam yang mereka jaga selama ini.
Pada akhirnya, Community-Based Tourism itu soal keseimbangan. Wisatawan dapat pengalaman yang lebih dalam dan berkesan, sementara masyarakat lokal tumbuh lebih berdaya secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Jadi, lain kali kamu liburan, coba pilih destinasi dan layanan yang melibatkan komunitas lokal. Karena setiap langkah kecil itu berarti kamu ikut mendukung pariwisata yang lebih adil, berkelanjutan, dan manusiawi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....