Tips Menjaga Kesehatan Mental di Era Media Sosial
- 24 Des 2025 11:30 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Media sosial itu rasanya kayak dua sisi koin. Di satu sisi bisa jadi tempat cari inspirasi, hiburan, dan motivasi. Tapi di sisi lain, cukup satu kali scroll, lihat orang lain pamer pencapaian, liburan, healing, atau karier yang kelihatannya mulus tiba-tiba kita ngerasa hidup sendiri jalan di tempat. Nggak heran kalau banyak anak muda bilang media sosial bikin mental capek: cemas, overthinking, sampai minder sama diri sendiri.
Sebenernya yang jadi masalah bukan medianya, tapi kebiasaan kita saat pakai. Tanpa sadar, kita bisa berjam-jam online, otak terus nerima informasi, perbandingan, dan tuntutan sosial yang nggak ada habisnya. Lama-lama kepala penuh, hati lelah, tapi kita tetap scroll karena udah kebiasaan. Padahal, otak juga butuh istirahat sama kayak tubuh.
Hal kecil tapi penting yang bisa dicoba adalah mulai ngasih batas. Nggak perlu langsung off dari semua aplikasi. Cukup sadar kapan waktunya berhenti. Pakai fitur screen time, atau bikin janji sama diri sendiri: “abis ini cukup.” Waktu yang biasanya habis buat scroll bisa dipakai buat hal-hal sederhana tapi bikin napas lebih lega jalan santai, baca, dengerin musik, atau ngobrol beneran sama orang rumah.
Selain itu, isi timeline juga perlu dirapihin. Kalau ada akun yang tiap kali muncul bikin kamu ngerasa kurang, insecure, atau tertekan, nggak apa-apa buat unfollow atau mute. Itu bukan tanda kamu lemah, tapi tanda kamu lagi jaga diri. Isi media sosial dengan konten yang bikin kamu belajar, ketawa, atau ngerasa ditemani. Pelan-pelan, algoritma juga bakal ikut berubah.
Dan yang paling penting, ingat ini baik-baik: hidup bukan lomba siapa paling cepat atau paling kelihatan sukses. Media sosial cuma nunjukin potongan terbaik dari hidup seseorang, bukan cerita utuhnya. Kamu nggak ketinggalan, kamu cuma lagi jalan di ritmemu sendiri. Jaga koneksi dengan dunia nyata, dengerin kebutuhan diri sendiri, dan kalau capek banget, minta bantuan itu nggak salah. Di era serba digital, peduli sama kesehatan mental bukan kelemahan itu bentuk sayang sama diri sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....