UMKM Tangguh Bencana,Strategi Anti Putus Asa Pengusaha

  • 10 Des 2025 12:58 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : UMKM di Indonesia menjadi salah satu sektor yang paling terdampak ketika bencana terjadi. Data BNPB menunjukkan bahwa lebih dari 80% bencana di Indonesia pada 2024–2025 adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang, yang langsung memengaruhi operasional UMKM. Karena itu, konsep UMKM Tangguh Bencana semakin penting untuk diperkenalkan dan diterapkan.

Bencana tidak hanya merusak fisik usaha, tapi juga menghentikan produksi dan alur distribusi. Survei Kementerian Koperasi 2024 mencatat lebih dari 60% UMKM mengalami gangguan aktivitas pasca bencana. Hal ini menegaskan bahwa ketahanan usaha perlu dibangun sejak awal, bukan hanya ketika bencana sudah terjadi.

UMKM yang tangguh biasanya punya strategi mitigasi sederhana namun efektif. Misalnya menyimpan data usaha secara digital, menyiapkan dana darurat, dan memiliki rencana pemindahan operasional. Langkah-langkah kecil ini terbukti membantu UMKM bangkit lebih cepat setelah bencana.

Selain itu, teknologi juga berperan besar dalam membangun ketahanan UMKM. Banyak pelaku usaha sekarang memanfaatkan cloud storage, marketplace, dan media sosial untuk menjaga penjualan tetap berjalan meski terjadi gangguan fisik. Adaptasi digital membantu UMKM tidak sepenuhnya bergantung pada lokasi usaha.

UMKM Tangguh Bencana adalah kunci agar pelaku usaha bisa tetap bertahan di tengah risiko bencana yang terus meningkat di Indonesia. Dengan persiapan matang, edukasi kebencanaan, dan pemanfaatan teknologi, UMKM dapat meminimalkan kerugian sekaligus menjaga stabilitas ekonomi lokal. Semakin siap sebuah UMKM, semakin kuat pula kontribusinya bagi pemulihan komunitas setelah bencana. (AMP/RRIBKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....