UMKM Batik yang Bikin Bangga Lokal

  • 28 Okt 2025 00:07 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: UMKM batik sekarang bukan sekadar usaha jualan kain tradisional, tapi sudah berkembang jadi bisnis kreatif. Pengrajin batik yang dulu hanya mengandalkan pasar lokal, sekarang bisa menjual produknya sampai ke luar negeri berkat e-commerce.

Jadi, batik nggak lagi eksklusif buat acara formal, tapi bisa dipakai sehari-hari bahkan jadi bagian dari tren fashion kekinian.

Berbagai inovasi yang dilakukan UMKM batik juga membuat produk mereka semakin dicari. Ada yang mengembangkan batik eco-print dengan pewarna alami dari daun atau bunga, ada juga yang membuat batik printing agar lebih cepat dan terjangkau. Inovasi ini membuat batik lebih ramah lingkungan dan tetap punya nilai seni.

Sehingga, konsumen punya banyak pilihan, dari batik tulis yang penuh detail sampai batik modern yang lebih simpel. Hal ini sejalan dengan tren sustainability yang sedang hype di dunia fashion global.

Selain inovasi produk, UMKM batik juga semakin berubah dalam hal branding. Mereka nggak cuma jual kain, tapi juga cerita. Misalnya, ada brand batik yang menekankan filosofi motif tertentu untuk menarik konsumen muda agar merasa lebih dekat dengan budaya.

Bahkan beberapa UMKM berkolaborasi dengan desainer muda untuk membuat koleksi streetwear berbasis batik. Jadi, batik bisa tampil fresh tanpa kehilangan jati dirinya sebagai warisan budaya.

Keberadaan UMKM batik ini juga memiliki dampak ekonomi besar. Menurut data Kementerian Perindustrian, batik berkontribusi lebih dari Rp 4,8 triliun ke devisa negara pada 2022 (Kemenperin, 2023).

Artinya, dengan mendukung UMKM batik, kita bukan cuma ikut melestarikan budaya, tapi juga ikut membantu ekonomi lokal untuk tumbuh. Jadi, setiap kali membeli atau memakai batik dari UMKM, sebenarnya kita sedang ikut bagian dari gerakan bangga buatan Indonesia. (AMP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....