Dari Eco-tourism Sampai Digital Nomad Spot

  • 27 Okt 2025 23:39 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : Saat ini, liburan bukan cuma tentang mencari pemandangan indah atau tempat hits untuk foto. Banyak orang mulai mencari wisata yang lebih “bermakna” dan peduli pada lingkungan.

Inilah kenapa eco-tourism atau wisata ramah lingkungan menjadi makin populer. Konsepnya sederhana, jalan-jalan sambil tetap menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.

Misalnya, wisata ke desa adat, mengikuti program konservasi laut, atau sekadar memilih penginapan yang ramah lingkungan. Menurut UNWTO (2024), eco-tourism adalah salah satu tren pariwisata global dengan pertumbuhan yang stabil setiap tahunnya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi membuat pariwisata ikut berubah. Hadirlah tren digital nomad spot, yaitu destinasi yang ramah untuk para pekerja remote.

Bayangkan, kerja sambil ngopi di tepi pantai. Nggak heran kalau pemerintah Indonesia sempat meluncurkan program visa khusus digital nomad untuk menarik wisatawan jangka panjang (Tempo, 2023). Konsep ini menawarkan traveling yang nggak harus nunggu cuti, karena kerja dan liburan bisa jalan bareng.

Kalau dibandingkan, eco-tourism lebih fokus pada keberlanjutan dan lingkungan, sementara digital nomad spot lebih ke gaya hidup yang fleksibel.

Menurut laporan Booking.com (2024), 58% traveler global ingin menikmati liburan berkelanjutan, dan 40% di antaranya mencari destinasi yang punya fasilitas kerja remote. Jadi, bisa dibilang “dari eco-tourism sampai digital nomad spot” bukan cuma tren, tapi adalah masa depan pariwisata modern. (AMP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....