Berat Melangkah Pergi, Kampung Halaman Selalu Memanggil
- 26 Mar 2026 09:40 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Arus balik Lebaran selalu membawa dua perasaan yang berjalan beriringan, yaitu kewajiban untuk kembali ke tempat aktivitas dan keengganan meninggalkan kampung halaman.
Setelah beberapa hari menikmati suasana hangat bersama keluarga, banyak perantau mulai mempersiapkan perjalanan kembali dengan hati yang berat. Kampung halaman yang penuh kenangan terasa selalu memiliki daya tarik yang sulit dilepaskan.
Bagi para pemudik, kebersamaan selama Lebaran menjadi momen yang sangat berharga. Waktu berkumpul bersama orang tua, saudara, dan tetangga memberi rasa nyaman yang jarang ditemukan di tengah kesibukan kota. Suasana sederhana di rumah, hidangan khas keluarga, hingga obrolan santai di teras menjadi kenangan yang membuat kepergian terasa semakin berat.
Saat hari keberangkatan tiba, suasana haru kerap tak terhindarkan. Pelukan keluarga, pesan agar berhati-hati di perjalanan, dan bekal makanan dari rumah menjadi bagian yang selalu mengiringi arus balik. Tidak sedikit pemudik yang merasa seolah waktu berjalan terlalu cepat, sehingga kebersamaan yang baru saja dinikmati harus kembali ditinggalkan.
Meski demikian, banyak yang menyadari bahwa kembali ke kota merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dijalani. Pekerjaan, pendidikan, dan berbagai aktivitas menanti untuk dilanjutkan. Kampung halaman menjadi tempat untuk mengisi kembali semangat, sementara kehidupan di perantauan tetap harus diteruskan dengan penuh harapan.
Kerinduan pada kampung halaman sering kali mulai terasa bahkan sebelum perjalanan selesai. Itulah sebabnya banyak orang selalu merencanakan kapan dapat pulang kembali. Berat melangkah pergi menjadi bagian dari kisah arus balik Lebaran, karena kampung halaman memang selalu memiliki panggilan emosional yang kuat bagi siapa saja yang pernah meninggalkannya. (YE/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....