Wako Bukittinggi, "Kweekschool Berperan Penting dalam Lahirnya Bahasa Indonesia"

  • 25 Apr 2026 22:10 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Wali Kota Bukittinggi, Muhammad Ramlan Nurmatias, mengungkap peran penting Kweekschool dalam sejarah lahirnya bahasa Indonesia saat membuka Seminar Kebangsaan “170 Tahun Kweekschool: Jejak Intelektual, Pemikiran, dan Keteladanan Tokoh Besar Alumni Sikola Radjo” di Gedung Heritage SMAN 2 Bukittinggi, Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan yang digelar Ikatan Alumni SMAN 2 Bukittinggi (IASMA Birugo) itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan 170 tahun Kweekschool, lembaga pendidikan guru bumiputra pada masa kolonial yang kini bertransformasi menjadi SMAN 2 Bukittinggi.

Dalam sambutannya, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, kontribusi Kweekschool terhadap sejarah bahasa Indonesia masih belum banyak diketahui masyarakat luas.

"Bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu yang dibakukan melalui Ejaan Van Ophuijsen, yang disusun di Fort de Kock, nama lama Bukittinggi," ulasnya.

Menurut Ramlan Nurmatias, hal itu yang selama ini banyak tidak tahu, bahwa bahasa Indonesia itu berawal dari bahasa Melayu yang dibakukan lewat ejaan yang lahir di Kweekschool. Dari sinilah lahir bahasa pemersatu bangsa.

"Unsur-unsur ejaan seperti penggunaan “oe”, “tj”, dan “dj” merupakan bagian dari sistem penulisan awal yang berkembang dari lingkungan Kweekschool. Bahasa Melayu yang telah dibakukan itu kemudian diangkat sebagai bahasa persatuan dalam Sumpah Pemuda 1928 dan menjadi fondasi bahasa Indonesia hingga kini," terangnya.

Ramlan Nurmatias menjelaskan, Kweekschool tidak hanya berperan dalam pembentukan bahasa, tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh penting yang berkontribusi dalam pendidikan dan pemikiran kebangsaan. Ia bahkan mengaitkan pengaruh lembaga tersebut dengan perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Wako Bukittinggi juga mendorong agar hasil seminar tidak berhenti pada diskusi semata. Ia mengusulkan adanya langkah konkret dalam dunia pendidikan, seperti membiasakan siswa membaca karya tokoh bangsa dan menuliskan kembali nilai-nilai keteladanan secara manual.

“Jangan sampai seminar ini hanya selesai di sini. Harus ada tindak lanjut nyata agar siswa bisa menyerap nilai pemikiran dan integritas para tokoh yang lahir dari Kweekschool,” ungkapnya.

Ketua IASMA Birugo, Muhammad Fadli, mengatakan, seminar ini merupakan salah satu agenda menuju puncak peringatan 170 tahun Kweekschool yang akan digelar pada 29–30 Mei 2026. Rangkaian kegiatan meliputi peresmian masjid SMAN 2 Bukittinggi serta Baralek Gadang yang dirangkai dengan reuni akbar alumni lintas angkatan.

Sekretaris Jenderal IASMA Birugo, Febri Zulhenda, menilai momentum ini menjadi refleksi penting bagi seluruh alumni dan pihak sekolah untuk menjaga warisan intelektual Kweekschool. “Momentum ini menjadi refleksi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh stakeholder Sikola Radjo,” katanya.

Seminar kebangsaan ini menjadi pengingat bahwa Kweekschool, yang kini dikenal sebagai SMAN 2 Bukittinggi, memiliki peran strategis dalam sejarah intelektual bangsa, termasuk dalam membentuk bahasa Indonesia sebagai identitas pemersatu nasional. (YPA/AGZ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....