Kolintang Indonesia Siap Tampil di Paris, Bawa Misi Diplomasi Budaya hingga UNESCO

  • 20 Sep 2026 11:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kolintang Indonesia akan tampil di Paris, Prancis pada 1 Oktober 2026 sebagai bagian dari agenda kebudayaan.
  • Penampilan mencakup tiga lokasi strategis yaitu KBRI, kantor UNESCO, dan salah satu universitas musik di Paris.
  • Undangan awal berasal dari Kedutaan Besar Prancis untuk acara resepsi hari kemerdekaan Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kolintang Indonesia akan tampil di Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026 dalam sejumlah agenda kebudayaan. Penampilan tersebut mencakup agenda di KBRI, kantor UNESCO, dan salah satu universitas musik di Paris.

Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN), Penny Iriana Marsetio, mengatakan agenda awal berasal dari undangan Kedutaan Besar Perancis. Kolintang dijadwalkan tampil dalam acara resepsi hari kemerdekaan.

"Agenda awalnya adalah kami diundang oleh kedutaan Perancis untuk tampil di acara resepsi hari kemerdekaan. Namun karena kolintang telah mendapatkan inskripsi dari UNESCO, kami juga diundang ke kantor UNESCO," ujar Penny dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu, 20 September 2026.

Penny mengatakan persiapan penampilan telah dilakukan sejak awal Agustus setelah PINKAN menerima undangan. Dalam perkembangannya, agenda tersebut bertambah dengan undangan tampil di UNESCO dan salah satu universitas musik di Paris.

"Persiapan penampilan sudah semenjak kami mendapat undangan sekitar di awal Agustus. Namun dari hari ke hari berkembang, kami diundang ke UNESCO, awalnya ada yang terjadi kami akan hadir mengisi acara di resepsi kedutaan Perancis," katanya.

Komponis dan etnomusikolog Dr. Franki Raden mengatakan format penampilan kolintang akan disesuaikan dengan lokasi dan misi setiap agenda. Penampilan di KBRI, misalnya, akan membawa misi diplomasi dan memperkenalkan Indonesia melalui musik.

"Misalnya yang tadi sudah dicatatkan oleh Bu Penny akan main di KBRI itu lebih untuk acara-acara yang sifatnya diplomatis. Memperkenalkan selain musik kolintang, artinya juga memperkenalkan selain musik kolintang tapi juga memperkenalkan negara kita," ujar Franki.

Menurut Franki, repertoar di KBRI dapat mencakup lagu nasional dan lagu daerah. Lagu seperti Bagimu Negeri dan Indonesia Pusaka disebut dapat dimainkan bersama lagu-lagu daerah asal Minahasa.

Sementara itu, penampilan di UNESCO memiliki misi berbeda karena kolintang telah mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya takbenda. Ia mengatakan penampilan tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan kolintang sebagai musik yang dapat dimainkan dalam berbagai genre.

"Kolintang juga ditantang untuk membuktikan apa benar kolintang bisa menjadi musik dunia. Nah itu caranya adalah kita bisa memainkan segala jenis musik yang ada di dunia, itulah kehebatan kolintang," katanya.

Penny menambahkan, rombongan juga akan membawa seperangkat alat kolintang. Keberadaan alat tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pembelajaran musik etnik yang menggunakan tangga nada diatonis.

"Kami juga membawa seperangkat alat yang akan kami titipkan di salah satu Akademi Musik itu. Dan tentunya itu akan menjadi penyelidikan ataupun pembelajaran sebuah musik etnik namun diatonis dan bisa bermain berbagai macam genre musik," ujar Penny.

Rombongan yang berangkat ke Paris terdiri dari sembilan pemain dan satu penyanyi. Selain itu, Franki Raden akan mendampingi rombongan untuk memberikan penjelasan mengenai kolintang.

Penny mengatakan para pemain yang dibawa merupakan guru-guru kolintang. Mereka juga berasal dari keluarga yang memiliki tradisi memainkan alat musik tersebut.

"Yang dibawa adalah guru-guru kolintang, yang cara autodidak mereka adalah keluaran dari keturunan dari keluarga penyuka kolintang. Jadi mereka memang sudah sangat mendalami untuk memainkan kolintang," kata Penny.

Melalui penampilan tersebut, PINKAN Indonesia ingin memperkenalkan kolintang sebagai musik etnik asal Minahasa, Sulawesi Utara. Penny berharap para pemain juga semakin matang dalam menjalankan peran sebagai pelestari kolintang setelah mendapat pengakuan UNESCO.

"Harapannya adalah pematangan diri untuk mereka sebagai pemusik bahwa itu tadi kolintang sudah mendapat pengakuan UNESCO. Kalian yang memang dari Minahasa yang wajib menjaga, apalagi mereka dari keluarga keturunan kolintang," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....