Maria Walanda Maramis, Pelopor Pendidikan Perempuan dari Minahasa
- 15 Agt 2026 14:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Maria Walanda Maramis memperjuangkan kemajuan pendidikan perempuan melalui organisasi PIKAT di Minahasa.
- Maria mendirikan Huishoudschool PIKAT pada 1918 sebagai sekolah rumah tangga bagi perempuan yang telah menyelesaikan pendidikan dasar
- Pemerintah RI menganugerahkan Maria gelar Pahlawan Pergerakan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 012/TK/Tahun 1969
RRI.CO.ID, Jakarta - Maria Yosephine Catherina Walanda Maramis merupakan Pahlawan Nasional yang memperjuangkan kemajuan pendidikan perempuan Indonesia pada awal abad ke-20. Ia dikenal gigih mengembangkan pendidikan perempuan melalui organisasi PIKAT yang didirikannya bersama sejumlah perempuan di Minahasa pada masa tersebut.
Dilansir dari laman resmi Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Maria kehilangan kedua orangtuanya ketika berusia enam tahun dan kemudian diasuh paman bibinya. Pada masa itu, anak perempuan di Minahasa umumnya hanya diperbolehkan bersekolah sampai tingkat Sekolah Dasar karena kebiasaan masyarakat setempat.
Maria dikenal memiliki keinginan besar untuk memperoleh pengetahuan meskipun kesempatan melanjutkan pendidikan bagi perempuan masih sangat terbatas. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, gadis-gadis Minahasa umumnya membantu orangtua, bertani, mengurus rumah tangga, kemudian menikah ketika waktunya tiba.
Paman Maria, Rotinsulu, merupakan tokoh terpandang yang memiliki banyak kenalan sehingga Maria berkesempatan mengenal lingkungan masyarakat lebih luas. Melalui berbagai pertemuan, Maria belajar menerima tamu, mengelola rumah tangga, memasak makanan daerah maupun Belanda, serta membuat kue.
Pada tahun 1890, Maria menikah dengan Yoseph Frederik Calusung Walanda dan kemudian mencurahkan perhatian besar untuk mendidik anak-anaknya. Ketika itu, jumlah sekolah di Minahasa masih terbatas sehingga anak-anak harus pergi ke Jawa untuk melanjutkan pendidikan.
Namun, biaya pendidikan yang jauh dari Minahasa membuat tidak banyak orangtua mampu menyekolahkan anak mereka hingga jenjang lebih tinggi. Kondisi tersebut mendorong Maria bersama sejumlah temannya mendirikan organisasi untuk memperjuangkan kemajuan pendidikan perempuan bernama Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya.
Organisasi itu kemudian dikenal dengan singkatan PIKAT dan diperkenalkan kepada masyarakat melalui rapat terbuka di Manado pada delapan Juli 1917. Setelah PIKAT berdiri, Maria bekerja keras mewujudkan cita-citanya dengan memanfaatkan surat kabar sebagai sarana menyebarkan gagasan organisasi.
Langkah awal diwujudkan dengan mendirikan Huishoudschool PIKAT di Manado pada dua Juli 1918 untuk memberikan keterampilan kepada perempuan. Sekolah tersebut menampung gadis-gadis yang telah menyelesaikan pendidikan dasar, sementara sebagian besar guru mengajar tanpa menerima gaji.
Untuk menambah pemasukan sekolah, Maria menjual makanan, kue, serta hasil pekerjaan tangan para murid kepada anggota dan donatur. Perjuangan Maria menghadapi berbagai tantangan dan celaan, tetapi keadaan tersebut tidak menyurutkan upayanya mengembangkan pendidikan perempuan melalui PIKAT.
Pada tahun 1920, Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum bersama istrinya mengunjungi sekolah PIKAT dan memberikan perhatian terhadap perkembangan sekolah. Istri Gubernur Jenderal tersebut disebut sangat terkesan, kemudian meninggalkan sumbangan sebesar empat puluh ribu gulden sebelum meninggalkan sekolah.
Meski berbagai hasil telah dicapai PIKAT, Maria tetap berusaha mengembangkan cita-citanya ketika kondisi kesehatannya mulai menurun. Maria kemudian lebih jarang menghadiri rapat, tetapi tetap mengirimkan surat kepada cabang PIKAT serta memperjuangkan dukungan pemerintah.
Ketika dirawat di rumah sakit, Maria menulis permohonan agar PIKAT memperoleh bagian undian pemerintah untuk kebutuhan sekolah. Setelah menderita sakit, Maria wafat pada Maret 1924 dalam usia 52 tahun dan meninggalkan pesan terakhir untuk PIKAT.
Pemerintah Republik Indonesia menghargai jasanya memajukan perempuan Minahasa dengan menganugerahkan gelar Pahlawan Pergerakan Nasional. Penghargaan tersebut diberikan melalui Keputusan Presiden Nomor 012/TK/Tahun 1969 tertanggal 20 Mei 1969.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....