Sejarah Bandung Lautan Api, Saat Rakyat Membumihanguskan Kota

  • 10 Agt 2026 10:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bandung Lautan Api terjadi pada Maret 1946 ketika rakyat dan pejuang membumihanguskan sebagian wilayah Bandung.
  • Pembumihangusan dilakukan agar Bandung tidak digunakan sebagai basis pasukan Sekutu dan NICA.
  • Peristiwa tersebut menjadi simbol keberanian, persatuan, dan pengorbanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Peristiwa Bandung Lautan Api menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Rakyat dan pejuang membumihanguskan sebagian wilayah Bandung agar tidak digunakan pasukan Sekutu dan Belanda.

Peristiwa Bandung Lautan Api berlangsung pada Maret 1946. Saat itu, pasukan Republik Indonesia bersama rakyat Bandung menghadapi pasukan Sekutu yang didominasi Inggris serta NICA membawa kepentingan Belanda.

Ketegangan di Bandung bermula setelah pasukan Sekutu tiba pada 12 Oktober 1945. Kedatangan tersebut awalnya berkaitan dengan tugas pasca-Perang Dunia II, termasuk mengurus tawanan perang dan tentara Jepang.

Namun, kedatangan Sekutu turut dibarengi unsur Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Kehadiran NICA menimbulkan kekhawatiran karena dianggap menjadi bagian dari upaya Belanda untuk kembali menguasai Indonesia.

Situasi semakin memanas setelah pihak Sekutu meminta masyarakat menyerahkan senjata. Tuntutan tersebut memicu ketegangan dan berbagai bentrokan antara pasukan Sekutu dengan kekuatan bersenjata Republik.

Pada 24 November 1945, Tentara Keamanan Rakyat bersama badan-badan perjuangan menyerang posisi Sekutu di Bandung. Sejumlah tempat yang digunakan sebagai markas Sekutu menjadi sasaran serangan dalam pertempuran tersebut.

Pertempuran dan ketegangan terus berlangsung hingga memasuki awal 1946. Kondisi tersebut membuat pihak Republik menghadapi tekanan militer yang semakin besar dari pasukan lawan.

Pada Maret 1946, muncul keputusan untuk mengosongkan Bandung bagian selatan. Pembumihangusan dilakukan agar wilayah dan fasilitas yang ditinggalkan tidak dapat dimanfaatkan sebagai basis militer lawan.

Melansir Ensiklopedia Sejarah Indonesia Kementerian Kebudayaan, keputusan tersebut berkaitan dengan keterbatasan kekuatan militer Republik dalam menghadapi lawan. Pasukan Republik bersama rakyat kemudian memilih meninggalkan wilayah tersebut setelah melakukan pembakaran.

Pembakaran berlangsung pada malam 23 Maret 1946 dan berlanjut hingga 24 Maret. Kobaran api terlihat di berbagai wilayah Bandung sehingga peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Bandung Lautan Api.

Masyarakat Bandung juga ikut meninggalkan wilayah yang dikosongkan. Mereka membawa barang-barang yang masih dapat diselamatkan sebelum berpindah menuju wilayah lain di sekitar Bandung.

Pembumihangusan tersebut menunjukkan adanya pengorbanan besar dari masyarakat. Rumah, bangunan, dan berbagai fasilitas yang ditinggalkan harus rela dikorbankan agar tidak digunakan oleh pihak lawan.

Peristiwa Bandung Lautan Api kemudian menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa tersebut menunjukkan strategi perjuangan yang dilakukan ketika kekuatan militer Republik menghadapi lawan dengan persenjataan lebih lengkap.

Semangat perjuangan Bandung Lautan Api juga kemudian dikenang melalui berbagai karya budaya. Salah satunya adalah lagu ‘Halo-Halo Bandung’ karya Ismail Marzuki.

Hingga kini, Bandung Lautan Api dikenang sebagai simbol keberanian dan pengorbanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa tersebut juga mengajarkan bahwa mempertahankan kemerdekaan membutuhkan persatuan dan kesediaan berkorban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....