Kenali, Ini 10 Tradisi Unik Menyambut 17 Agustus di Indonesia

  • 06 Agt 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi khas untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
  • Tradisi tersebut menjadi bagian dari pelestarian budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan nasionalisme
  • Sepuluh tradisi yang dibahas meliputi Peresean, Tirakatan, Pacu Kude, Telok Abang, Pawai Jampana, Sampan Layar, Sepak Bola Durian, Lomba Dayung, Estafet Obor, dan Karapan Kambing

RRI.CO.ID, Jakarta – Menjelang peringatan 17 Agustus, berbagai daerah di Indonesia mulai bersiap menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan beragam tradisi. Selain upacara bendera dan perlombaan rakyat, tradisi turun-temurun tersebut terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

Setiap tradisi memiliki keunikan dan makna berbeda, mulai dari ungkapan rasa syukur hingga penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan. Tidak sedikit pula tradisi tersebut menjadi daya tarik wisata yang selalu dinantikan masyarakat setiap peringatan Hari Kemerdekaan.

Beragam tradisi tersebut yang tersebar di berbagai daerah dengan ciri khas yang mencerminkan identitas budaya masyarakat setempat. Berikut sepuluh tradisi unik yang masih lestari dan identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

1. Peresean - Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Peresean menjadi tradisi masyarakat Suku Sasak yang kerap memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Lombok. Tradisi ini mempertemukan dua laki-laki yang bertarung menggunakan tongkat rotan dan perisai kulit kerbau.

Pertandingan dipimpin seorang pekembar atau wasit yang mengatur jalannya pertarungan. Iringan musik tradisional menjadi penanda dimulainya setiap duel yang disaksikan masyarakat.

Meski berupa pertarungan, Peresean merupakan warisan budaya yang terus dijaga masyarakat Lombok. Tradisi tersebut juga rutin dipentaskan sebagai bagian pelestarian budaya daerah.

2. Tirakatan – Pulau Jawa

Masyarakat di berbagai daerah Pulau Jawa mengenal tradisi tirakatan yang digelar pada malam 16 Agustus. Kegiatan tersebut biasanya dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga setempat.

Acara diisi doa bersama, mengenang perjuangan pahlawan, hingga makan bersama sebagai wujud kebersamaan. Penyerahan hadiah perlombaan kemerdekaan juga kerap menjadi penutup rangkaian kegiatan.

3. Pacu Kude – Aceh Tengah

Pacu Kude merupakan perlombaan pacuan kuda yang menjadi tradisi masyarakat Aceh Tengah setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI. Tradisi tersebut diyakini telah berlangsung sejak sekitar tahun 1850.

Lintasan perlombaan umumnya mencapai sekitar 1,5 kilometer dan diikuti para joki dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat menjadikan Pacu Kude sebagai salah satu agenda budaya paling dinantikan setiap Agustus.

Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Keberadaannya terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh.

4. Telok Abang – Palembang, Sumatra Selatan

Palembang memiliki tradisi menghadirkan Telok Abang, yaitu mainan berbahan gabus yang dihiasi telur rebus berwarna merah. Mainan tersebut biasanya hanya ramai dijumpai menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

5. Pawai Jampana – Bandung, Jawa Barat

Pawai Jampana menjadi tradisi masyarakat Bandung dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia setiap bulan Agustus. Tradisi ini biasanya digelar setelah upacara bendera dan perlombaan rakyat selesai dilaksanakan.

Warga mengarak tandu berisi hasil bumi, makanan, dan berbagai karya kreatif masyarakat. Tandu tersebut dipikul secara bergantian sambil diiringi musik tradisional maupun kontemporer.

Arak-arakan tersebut menjadi simbol rasa syukur atas kemerdekaan dan hasil yang diperoleh masyarakat. Keunikannya membuat Pawai Jampana selalu menarik perhatian warga maupun wisatawan.

6. Sampan Layar – Batam, Kepulauan Riau

Tradisi Sampan Layar telah menjadi bagian perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Batam sejak 1965. Perlombaan tersebut mempertemukan peserta yang menggunakan sampan layar tradisional.

Tidak hanya diminati masyarakat setempat, tradisi ini juga menarik wisatawan domestik hingga mancanegara. Sampan Layar menjadi salah satu ikon perayaan Agustusan di wilayah pesisir Batam.

7. Sepak Bola Durian - Kebumen, Jawa Tengah dan Cirebon, Jawa Barat

Masyarakat Kebumen dan Cirebon memiliki tradisi sepak bola menggunakan buah durian sebagai pengganti bola. Keunikannya menjadikan perlombaan tersebut selalu menarik perhatian saat perayaan Hari Kemerdekaan.

8. Lomba Dayung - Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Lomba dayung di Banjarmasin telah dikenal sejak 1924 sebagai upaya melestarikan jukung atau perahu tradisional. Kini, perlombaan tersebut rutin digelar untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Selain menjadi hiburan masyarakat, lomba dayung juga dimanfaatkan untuk menjaring bibit atlet pendayung daerah. Pesertanya juga tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga berbagai provinsi lainnya.

9. Estafet Obor - Semarang, Jawa Tengah

Masyarakat Kelurahan Papandayan, Semarang, memiliki tradisi estafet obor yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Perlombaan dilakukan secara bergantian dengan membawa obor hingga garis akhir.

Obor dipilih sebagai simbol semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Tradisi tersebut diharapkan terus menumbuhkan rasa nasionalisme di tengah masyarakat.

10. Karapan Kambing – Lumajang, Jawa Timur

Lumajang memiliki tradisi Karapan Kambing yang memperlombakan sepasang kambing untuk mencapai garis akhir secepat mungkin. Pemilik kambing turut berlari mendampingi hewan peliharaannya selama perlombaan berlangsung.

Keberagaman tradisi tersebut menunjukkan semangat Hari Kemerdekaan Indonesia terus hidup melalui warisan budaya di berbagai daerah. Tradisi-tradisi itu juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dapat dirayakan dengan menjaga kebersamaan, budaya, dan identitas bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....