Mighrul Lappung Bersatu Perkuat Upaya Pelestarian Bahasa Lampung

  • 06 Agt 2026 00:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPP Mighrul Lappung Bersatu (MLB) memperkuat pelestarian Bahasa Lampung melalui kursus daring dan penyusunan kamus dialek O dan A
  • Program tersebut bertujuan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, kembali menggunakan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari
  • DPW MLB DKI Jakarta mengajak seluruh anggota bersinergi melestarikan budaya Lampung serta memperkuat persaudaraan masyarakat perantauan

RRI.CO.ID, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Mighrul Lappung Bersatu (MLB) terus memperkuat dalam pelestarian Bahasa Lampung. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong generasi muda tetap mengenal sekaligus menggunakan bahasa daerahnya.

Ketua Umum DPP MLB Dwita Ria Gunadi mengatakan pelestarian bahasa menjadi salah satu program utama organisasinya sejak didirikan. Ia mengungkapkan program tersebut telah dijalankan, bekerja sama dengan Universitas Lampung melalui berbagai kegiatan pembelajaran.

"Kami membuat kamus percakapan Bahasa Lampung dengan dialek O dan A. Kemudian sudah 16 kali pertemuan kami membuka kelas daring kursus Bahasa Lampung," kata Dwita usai Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) MLB DKI Jakarta masa bakti 2026–2031, di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurutnya, kursus tersebut bertujuan mengajak masyarakat Lampung kembali menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai kesadaran sebagian masyarakat untuk menggunakan Bahasa Lampung mulai menurun, sehingga upaya pelestarian perlu terus dilakukan.

"Karena untuk mengajak masyarakat Lampung, khususnya juga orang Lampung, sekarang ini malu bahasa Lampung. Jadi kami di Mighrul ini dibiasakan kalau bertemu, kalau rapat pakai Bahasa Lampung," ujarnya.

Ia berharap Bahasa Lampung tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri sekaligus dikenal masyarakat luas. Selain pelestarian bahasa, MLB juga mengembangkan berbagai program pelestarian adat dan budaya Lampung.

Program tersebut meliputi pelestarian wastra, tradisi mosok, hingga penyusunan buku kuliner khas Lampung. Menurutnya, berbagai program tersebut bertujuan menjaga identitas budaya Lampung tetap dikenal generasi muda.

Ketua DPW MLB DKI Jakarta Septriana Tangkary berharap seluruh anggota terus bersinergi melestarikan warisan budaya Lampung. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk kepada generasi muda yang berada di perantauan.

"Melalui Mighrul Lappung, saya berharap kita semua dapat terus bersinergi dalam memperkuat, melestarikan dan mengembangkan budaya Lampung. Kepada generasi muda, khususnya kami berharap bisa bersama-sama bergandeng tangan memperkuat dan merasakan Lampung milik kita bersama," katanya.

Septriana mengatakan Mighrul Lappung menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkokoh persaudaraan perempuan Lampung di berbagai daerah. Ia juga berharap, organisasi ini menjadi ruang berkarya, saling menguatkan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Lampung di perantauan.

Selain itu, Dewan Penasehat MLB Purnama Wulan Sari Mirza mengatakan pelestarian Bahasa Lampung perlu terus diperkuat melalui berbagai kegiatan organisasi. Menurutnya, penggunaan Bahasa Lampung harus terus dibiasakan agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

"Di Lampung, alhamdulillah sudah berjalan setiap Kamis berbahasa Lampung. Mudah-mudahan di DKI juga nanti bisa diadakan agenda rutin yang memang semuanya berbahasa Lampung, jadi bahasanya tetap bisa dipakai," kata Ketua DP PKK Provinsi lampung yang akrab disapa Batin Wulan itu.

Ia juga menegaskan MLB dibentuk untuk bersama-sama melestarikan adat dan budaya Lampung di berbagai daerah. Menurutnya, pelestarian budaya tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang.

"Mighrul Lappung ini dibentuk untuk sama-sama kita melestarikan adat budaya Lampung. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?" ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....