Bahasa Daerah Terancam Punah, Pelestarian Jadi Tanggung Jawab Bersama
- 11 Jun 2026 16:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KSBN mengingatkan pentingnya menjaga sekitar 800 bahasa daerah di Indonesia sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa.
- Pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan melalui penggunaan aktif dalam kehidupan sehari-hari serta dukungan masyarakat, bukan hanya pemerintah.
- KSBN mendorong promosi budaya secara proaktif dan berencana mengajak daerah menghidupkan kembali penggunaan bahasa lokal yang terancam punah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) mengingatkan pentingnya menjaga bahasa daerah di Indonesia. Upaya tersebut diperlukan untuk mencegah hilangnya identitas budaya lokal.
Ketua Umum DPP KSBN Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji mengatakan Indonesia memiliki sekitar 800 bahasa daerah. Kekayaan tersebut harus dipertahankan melalui penggunaan aktif di masyarakat.
"Bahasa daerah harus terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika ditinggalkan, kita sendiri yang akan merugi," kata Hendardji dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan organisasi. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab menjaga warisan budaya daerahnya.
Hendardji menilai promosi budaya perlu dilakukan secara aktif oleh masyarakat. Langkah itu penting agar budaya Indonesia tidak mudah diklaim pihak lain.
"Kita harus proaktif memperkenalkan budaya sendiri kepada dunia. Jangan hanya bereaksi ketika budaya diklaim pihak lain," katanya.
Ia menambahkan KSBN akan mengajak daerah menghidupkan kembali penggunaan bahasa lokal. Upaya itu menjadi bagian dari agenda pelestarian budaya nasional.
Pendengar RRI dari Kutai Barat, Haryanto, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi bahasa daerah. Ia menilai jumlah penutur beberapa bahasa lokal terus berkurang.
"Saya prihatin karena penutur bahasa daerah semakin sedikit. Beberapa bahasa bahkan terancam punah," ujar Haryanto. (Agnes Claudia Ohoira).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....