Di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda, Kongres yang Menyatukan Nusantara
- 05 Agt 2026 09:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sumpah Pemuda yang dilahirkan pada 28 Oktober 1928 menjadi ikrar penting yang menyatukan pemuda dari berbagai daerah dalam semangat kebangsaan.
- Sebelum Sumpah Pemuda lahir, perjuangan melawan penjajahan masih dilakukan secara terpisah oleh berbagai organisasi kedaerahan tanpa koordinasi.
- Sumpah Pemuda membangun persatuan sebagai kekuatan bersama untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan lebih terorganisir dan efektif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sumpah Pemuda menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ikrar yang lahir pada 28 Oktober 1928 itu menjadi tonggak persatuan yang menyatukan pemuda dari berbagai daerah dalam semangat kebangsaan.
Melansir Museum Sumpah Pemuda Kementrian Kebudayaan, sebelum Sumpah Pemuda lahir, perjuangan melawan penjajahan masih dilakukan secara terpisah oleh berbagai organisasi kedaerahan. Kondisi tersebut mendorong para pemuda untuk membangun persatuan sebagai kekuatan bersama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Kesadaran itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27 hingga 28 Oktober 1928 di Batavia. Kongres tersebut dihadiri perwakilan organisasi kepemudaan dari berbagai daerah di Nusantara.
Kongres Pemuda II dilaksanakan di tiga lokasi berbeda. Sidang penutup berlangsung di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, yang kini dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda.
Pada akhir kongres, para peserta mengikrarkan tiga butir Sumpah Pemuda. Isi ikrar tersebut menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.
Ikrar itu menjadi titik balik lahirnya identitas nasional yang melampaui perbedaan suku, budaya, maupun daerah asal. Semangat persatuan tersebut kemudian menjadi fondasi penting dalam perjuangan bangsa menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Momen bersejarah lain dalam Kongres Pemuda II adalah diperdengarkannya lagu Indonesia Raya untuk pertama kali oleh Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut dimainkan menggunakan biola tanpa dinyanyikan untuk menghindari kecurigaan pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Peristiwa tersebut semakin memperkuat semangat nasionalisme di kalangan pemuda. Sejak saat itu, Indonesia Raya dikenal sebagai lagu yang membangkitkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa.
Museum Sumpah Pemuda menjelaskan bahwa nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan hingga saat ini. Semangat persatuan menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....