Hadi Prajaka Soroti Makna Tuhan YME dalam Budaya

  • 30 Jul 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Para penganut Penghayat Kepercayaan memandang nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan yang menjadi bagian kehidupan masyarakat Nusantara.
  • Hadi Prajaka menegaskan kebudayaan menjadi ruang mengaktualisasikan nilai ketuhanan melalui cipta, rasa, dan karsa serta menjaga moral masyarakat.
  • Agung Rizkhi Zaifudhin menyatakan kebudayaan bukan hanya seni, tetapi juga mengandung nilai pendidikan, pesan luhur, dan ritual yang menghubungkan manusia, alam, serta Tuhan Yang Maha Esa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Para penganut Penghayat Kepercayaan memiliki cara pandang tersendiri dalam memaknai konsep Tuhan Yang Maha Esa. Bagi mereka, nilai ketuhanan tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Nusantara.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum Pusat Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Hadi Prajaka. Ia menegaskan konstitusi Indonesia telah menetapkan negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai landasan kehidupan berbangsa.

"Konstitusi menegaskan Indonesia berdiri berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sehingga nilai ketuhanan harus hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Nilai tersebut diwujudkan melalui cipta, rasa, dan karsa yang tumbuh serta berkembang bersama kebudayaan Nusantara sejak dahulu," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 30 Juni 2026.

Ia menjelaskan masyarakat Nusantara tidak hanya mengenal Tuhan melalui ajaran tertulis, tetapi juga melalui pengalaman budaya yang diwariskan. Menurutnya, kebudayaan menjadi cara manusia menghayati nilai ketuhanan secara nyata dalam kehidupan sosial.

Ia mengatakan nilai ketuhanan dan kebudayaan memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan karena saling melengkapi satu sama lain. Keharmonisan keduanya menjadi modal penting menjaga kehidupan masyarakat tetap berlandaskan moral serta nilai kemanusiaan.

"Apabila kebudayaan dipisahkan dari nilai ketuhanan, pemahaman masyarakat berpotensi kehilangan keseimbangan hingga memunculkan sikap yang berlebihan. Kebudayaan menghadirkan ruang untuk menjaga moral, toleransi, dan keharmonisan dalam kehidupan bersama yang terus berkembang," ujarnya.

Sekjen Pusat Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME, Agung Rizkhi Zaifudhin, mengajak masyarakat memandang kebudayaan secara utuh. Menurutnya, kebudayaan tidak cukup dipahami hanya sebagai seni pertunjukan atau tradisi yang dinikmati keindahannya.

Ia menjelaskan kebudayaan memiliki dimensi pendidikan yang menyampaikan nilai luhur bagi kehidupan masyarakat dari generasi ke generasi. Setiap tradisi dan kesenian Nusantara menyimpan pesan yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan bersama.

"Kebudayaan mengandung nilai estetika, pendidikan, serta ritual yang mempererat hubungan manusia dengan alam dan Tuhan Yang Maha Esa. Pemahaman menyeluruh terhadap kebudayaan akan memperkuat karakter bangsa sekaligus menjaga warisan luhur tetap hidup di tengah masyarakat," ucapnya.

Ia menambahkan ritual budaya juga menjadi wujud hubungan spiritual yang mempertemukan manusia dengan lingkungan serta Sang Pencipta. Karena itu, pelestarian kebudayaan dinilai penting untuk menjaga nilai ketuhanan tetap hidup dalam kehidupan bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....