Kemensos Dampingi Anak Pahlawan Sayuti Melik
- 17 Jul 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos memberikan bantuan dan pendampingan kepada Heru Baskoro, putra Pahlawan Nasional Sayuti Melik, bersama istrinya di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi
- Heru dan istrinya menjalani rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, serta asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang dibutuhkan
- Kemensos menyiapkan hunian sementara sambil melakukan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan lanjutan
- Mensos menegaskan pentingnya data sosial yang akurat agar pemerintah dapat memberikan intervensi secara cepat dan tepat sasaran
- Kemensos juga melakukan verifikasi kondisi keluarga, dokumen, dan kebutuhan dasar sebagai dasar penetapan intervensi sosial
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan dan pendampingan kepada Heru Baskoro, putra penulis naskah Proklamasi sekaligus Pahlawan Nasional Sayuti Melik. Heru bersama istrinya, Treyzia Noviani, kini menjalani perawatan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, Kemensos langsung mengirimkan tim setelah menerima informasi mengenai kondisi Heru. Keduanya kemudian dibawa ke sentra milik Kemensos untuk mendapatkan penanganan medis maupun sosial.
"Langsung kita kirim tim ke sana dan sekarang sudah kita bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi. Ya tentu akan direhabilitasi, ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya," kata Mensos yang akrab disapa Gus Ipul, Kamis 16 Juli 2026.
Berdasarkan data Kemensos, Heru dan Treyzia sebelumnya menetap di Kanada selama sekitar 21 tahun dengan status permanent resident. Kondisi ekonomi keduanya memburuk setelah Heru mengalami gangguan penglihatan sehingga biaya pengobatan menghabiskan sebagian besar tabungan keluarga.
Gus Ipul mengatakan, untuk sementara Heru dan istrinya ditempatkan di STPL Bekasi sambil menjalani asesmen lanjutan. Hasil asesmen akan menjadi dasar penentuan bentuk bantuan yang akan diberikan Kemensos.
"Kita siapkan untuk hunian sementara di sentra kita, sambil juga tentu ada pemeriksaan medis dan lain sebagainya. Kemudian kita lakukan pendampingan dan ke depan seperti apa, tentu ini masih membutuhkan waktu," ucapnya.
Selain memberikan layanan residensial, Kemensos juga menyiapkan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sesuai kebutuhan. Pendampingan akan dilakukan hingga kondisi Heru dan istrinya dinilai lebih stabil.
Gus Ipul menilai kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya keberadaan data sosial yang akurat. Menurutnya, pemerintah tidak akan dapat memberikan intervensi secara cepat tanpa didukung data yang mutakhir.
"Ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah, data menjadi sangat penting. Dan satu tahun lebih ini, atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kita melakukan konsolidasi data," katanya.
"Jadi kita tidak akan tahu, kita tidak akan lakukan tindakan, kalau kita tidak melakukan data yang baik. Nah, inilah yang sedang kita lakukan setahun terakhir ini dengan daerah supaya kita dapat data yang lebih akurat," ucapnya.
Dalam proses penanganan, Kemensos telah melakukan identifikasi terhadap kebutuhan dasar dan kondisi kesehatan Heru maupun Treyzia. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, serta berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan keduanya selama menjalani pendampingan.
Selain itu, Kemensos akan melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap kondisi keluarga, dokumen pendukung, kepemilikan aset, serta informasi lain yang diperlukan. Langkah tersebut dilakukan sebagai dasar penetapan bentuk intervensi sosial yang tepat sesuai program Kemensos.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....