Hari Kebaya Nasional Ke-3, Gandeng Organisasi Perempuan dan Komunitas Budaya
- 14 Jul 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekitar 80 organisasi perempuan dan 22 komunitas budaya mendukung penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional Ke-3
- Peringatan Hari Kebaya Nasional melibatkan daerah, generasi muda, serta anak berkebutuhan khusus dalam berbagai kegiatan budaya
- Rangkaian kegiatan tidak hanya mengangkat kebaya, tetapi juga batik, wastra Nusantara, sanggul, dan aksesori tradisional Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketum DPP PIM Lana T. Koentjoro mengatakan sekitar 80 organisasi perempuan akan terlibat dalam Hari Kebaya Nasional Ke-3. Selain itu, sebanyak 22 komunitas budaya juga telah menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Kami mengundang seluruh organisasi yang tergabung dalam Kowani dan komunitas perempuan untuk bersama-sama hadir. Selain itu, juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan Hari Kebaya Nasional ini," ujar Ketua Umum (Ketum) DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM) tersebut dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 Juli 2026.
Lana mengatakan Hari Kebaya Nasional Ke-3 juga melibatkan berbagai daerah melalui gerakan Indonesia Berkebaya. Sejumlah wilayah, seperti Palembang dan Sumatra Utara, telah menyiapkan kegiatan untuk memeriahkan peringatan tersebut.
Selain organisasi perempuan, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, untuk tampil dan berkreasi. Menurut Lana, pelibatan generasi muda penting untuk menjaga keberlanjutan budaya Indonesia.
"Budaya harus terus hidup di tengah masyarakat. Karena itu, kita ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melanjutkan warisan budaya Indonesia," katanya.
Selain kebaya, peringatan tahun ini juga mengangkat batik, wastra Nusantara, sanggul, serta aksesori tradisional Indonesia. Berbagai unsur budaya tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
"Padanannya sudah jelas, kebaya, batik, wastra nusantara, sanggul, aksesoris, dan berbagai karya budaya lainnya. Semua itu menjadi bagian yang ingin kita angkat bersama," ujarnya.
Lana mengatakan Komunitas Pecinta Wastra Nusantara (PSN) juga turut dilibatkan dalam rangkaian Hari Kebaya Nasional Ke-3. Menurutnya, komunitas tersebut akan memberikan edukasi mengenai wastra dan sanggul sebagai kekayaan budaya Indonesia.
Ia juga mengapresiasi Komunitas Bunda Milenial yang mengembangkan gerakan eco-enzyme sambil mengenakan kebaya. Lana menilai gerakan tersebut menunjukkan pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan kampanye pelestarian lingkungan.
“Saya memberikan apresiasi kepada Bu Siska dari Bunda Milenial yang menggerakkan eco-enzyme sambil berkebaya. Ini menunjukkan bahwa budaya dapat berjalan bersama dengan gerakan positif lainnya,” kata dia.
Sebagai informasi, puncak Hari Kebaya Nasional Ke-3 akan berlangsung di Hall Ballroom Senayan City, Jakarta, pada 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WIB dengan kapasitas sekitar 1.300 peserta.
Menurut Lana, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebaya telah menjadi ruang persatuan perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang. “Kita ingin seluruh Indonesia bergerak bersama, dengan kebersamaan budaya Indonesia akan terus tumbuh dan menjadi kebanggaan dunia,” ucap Lana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....