Gifu Special Needs School Masukkan Angklung ke Kurikulum Musik
- 11 Jul 2026 08:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dubes RI angklung ke dalam kurikulum pembelajaran musik mulai tahun ajaran 2026.
- Kolaborasi pengembangan pembelajaran angklung di Jepang telah berlangsung sejak 2022
RRI.CO.ID, Jakarta – Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengapresiasi langkah Gifu Special Needs School yang resmi memasukkan angklung ke dalam kurikulum pembelajaran musik mulai tahun ajaran 2026. Kebijakan tersebut dinilai menjadi wujud nyata penguatan diplomasi budaya Indonesia melalui kerja sama pendidikan inklusif dengan Jepang.
Apresiasi itu disampaikan Dubes Kartini saat penyerahan hibah satu set angklung dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kepada Gifu Special Needs School. Penyerahan hibah tersebut disampaikan dalam siaran pers KBRI Tokyo yang diterima RRI.
"Angklung yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia bukan hanya memiliki nilai artistik tetapi juga mengandung filosofi gotong royong, toleransi, dan kebersamaan," kata Kartini.
Menurut Kartini, masuknya angklung ke dalam kurikulum Gifu Special Needs School menjadi bukti eratnya hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Jepang. Hal itu juga dinilai memperkuat persahabatan kedua negara menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang pada 2028.
"Ini menjadi bukti kuatnya people-to-people contact hubungan persahabatan Indonesia-Jepang, khususnya menjelang 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2028," ujarnya.
Kartini menambahkan KBRI Tokyo akan terus memfasilitasi kolaborasi kedua negara dalam mempromosikan seni dan budaya Indonesia di Jepang. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat Jepang terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Sementara itu, Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyatakan kebanggaannya atas perkembangan pembelajaran angklung di sekolah tersebut. Menurutnya, angklung memiliki nilai inklusif karena hanya dapat menghasilkan harmoni ketika dimainkan secara bersama-sama.
"Saya percaya angklung akan semakin luas diajarkan di sekolah-sekolah berkebutuhan khusus di Jepang. Alat musik ini menumbuhkan inklusivitas dan harmoni dalam keberagaman di hati semua anak," kata Didi.
Kepala Gifu Special Needs School, Sachi Sumi, mengatakan para siswa menikmati pembelajaran menggunakan angklung karena mudah dimainkan. Selain itu, alat musik tersebut memungkinkan seluruh siswa berpartisipasi dan bermain musik secara bersama-sama.
Kolaborasi pengembangan pembelajaran angklung di Jepang telah berlangsung sejak 2022. Kerja sama itu melibatkan UPI, Gifu University, Gifu Special Needs School, Gifu City Board of Education, serta berbagai mitra pendidikan di Jepang.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pelatihan guru, lokakarya seni, pertukaran budaya, hingga pertunjukan angklung. Berbagai kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Jepang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....