Presiden Prabowo Tegaskan Selat Malaka Terbuka untuk Pelayaran Internasional
- 06 Jul 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo Subianto memastikan komitmen Indonesia dan Singapura dalam menjaga keamanan di Selat Malaka
- 2. Indonesia dan Singapura memastikan Selat Malaka terbuka untuk pelayaran dunia
- 3. Presiden Prabowo Subianto menegaskan Selat Malaka harus menjadi pelayaran yang aman
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk menjaga Selat Malaka, sebagai jalur pelayaran internasional. Penegasan itu disampaikan dalam keterangan pers bersama dengan Perdana Menteri Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta.
“Indonesia dan Singapura adalah negara yang berbatasan langsung di Selat Malaka. Kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai jalur pelayaran yang bebas bagi semua pihak,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan bersama dengan PM Wong di Istana Merdeka, Senin, 6 Juli 2026.
Presiden Prabowo mengatakan Selat Malaka memiliki peran penting bagi negara disekitar Selat Malaka termasuk Indonesia dan Singapura. Oleh sebab itu, Selat Malaka harus aman dari perompakan, kecelakaan dan populasi.
“Kita harus memelihara keamanan dan perdamaian di selat tersebut, termasuk menjaga dari polusi, kecelakaan, serta perompakan. Hal ini merupakan kepentingan yang sangat vital bagi negara-negara di sekitar Selat Malaka,” katanya.
Indonesia dan Singapura akan berkoordinasi dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand untuk memastikan pelayaran tidak melanggar hukum laut internasional. Presiden Prabowo menegaskan upaya menjaga Selat Malaka merupakan bagian dari ketegasan Presiden Prabowo.
“Untuk memastikan, sesuai dengan UNCLOS 1982, bahwa Selat Malaka akan selalu terbuka bagi semua, aman, dan dapat diakses oleh siapa pun yang memerlukan akses. Saya kira itu adalah ketegasan kita, dan saya yakinkan kepada kawan-kawan di Singapura,” ujarnya.
Sementara itu, PM Wong mengamini sikap tegas Presiden Prabowo. Menurutnya, Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang sama terhadap Selat Malaka.
"Kami juga membahas perkembangan di Timur Tengah dan implikasinya bagi Singapura, khususnya terhadap Selat Malaka. Sebagai negara-negara pesisir yang berbatasan dengan Selat Malaka dan Selat Singapura, Singapura dan Indonesia memiliki kepentingan strategis yang sejalan," ujarnya.
PM Wong menghormati dan menunjung tinggi kebbeasan bernavigasi agar tetap terbuka bagi semua pihak tanpa hambatan. Ia menambahkan bahwa Singapura dan Indonesia sepakat bekerja sama dengan negara-negara pesisir lainnya sehingga kedua negara senantiasa memperoleh manfaat dari potensi Selat Malaka tersebut
"Kami sama-sama berkepentingan untuk menjunjung tinggi hak dan kebebasan bernavigasi serta menjaga jalur komunikasi laut tetap terbuka bagi semua pihak. Termasuk hak lintas transit kapal tanpa hambatan sesuai dengan UNCLOS, yang juga merupakan bagian dari hukum kebiasaan internasional," kata PM Wong.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....