Ini Dia Tradisi 1 Muharram di Pulau Jawa
- 16 Jun 2026 13:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi khas dalam menyambut 1 Muharram.
- Tradisi tersebut mencerminkan perpaduan nilai Islam dan budaya lokal yang telah berlangsung lama.
- Mayoritas perayaan mengandung pesan syukur, kebersamaan, dan doa untuk kehidupan yang lebih baik.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tahun Baru Islam atau 1 Muharram disambut dengan beragam tradisi di berbagai daerah Indonesia. Tradisi tersebut menjadi cerminan akulturasi antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Berikut sejumlah tradisi menyambut 1 Muharram di berbagai daerah Indonesia:
1. Yogyakarta – Mubeng Beteng dan Tapa Bisu
Keraton Yogyakarta menggelar tradisi Mubeng Beteng pada malam 1 Suro. Ribuan peserta berjalan kaki mengelilingi benteng keraton tanpa alas kaki dan tanpa berbicara sebagai simbol introspeksi diri memasuki tahun yang baru.
2. Surakarta – Jamasan Pusaka dan Tradisi Suro
Di Surakarta, peringatan Bulan Suro diawali dengan Jamasan Pusaka atau pencucian benda-benda pusaka keraton. Tradisi ini menjadi simbol penyucian diri sekaligus pelestarian warisan budaya Jawa.
3. Tulungagung, Jawa Timur – Larung Kepala Kerbau
Masyarakat Tulungagung menggelar ritual larung kepala kerbau di Pantai Popoh. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar masyarakat dan para nelayan diberikan keselamatan dan keberkahan.
4. Boyolali, Jawa Tengah – Sedekah Gunung Merapi
Warga di lereng Gunung Merapi mengadakan Sedekah Gunung sebagai ungkapan syukur atas hasil pertanian dan kehidupan yang diberikan Tuhan. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
5. Ponorogo, Jawa Timur – Grebeg Suro
Grebeg Suro merupakan agenda budaya terbesar di Ponorogo. Selain menampilkan seni Reog Ponorogo, perayaan ini juga diisi kirab budaya, doa bersama, dan berbagai kegiatan yang menarik ribuan wisatawan.
6. Jawa Timur – Baritan, Tirakatan, dan Memandikan Keris
Sejumlah daerah di Jawa Timur menggelar tradisi Baritan berupa doa dan makan bersama. Ada pula tradisi tirakatan serta memandikan keris pusaka sebagai simbol penyucian diri dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....