Diperingati setiap 15 Juni, Ini Dia Sejarah Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN

  • 15 Jun 2026 17:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN diperingati setiap 15 Juni.
  • Indonesia menjadi penggagas peringatan yang resmi dimulai pada 2010.
  • Gerakan 3M Plus tetap menjadi langkah utama pencegahan demam berdarah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 15 Juni diperingati sebagai Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN atau ASEAN Dengue Day. Peringatan tersebut menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya demam berdarah.

Peringatan ini juga mendorong kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut. Demam berdarah hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan di kawasan ASEAN.

Sejarah Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN

Melansir laman KnowDengue, Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN resmi diperingati setiap 15 Juni sejak 2010. Gagasan tersebut pertama kali diusulkan Indonesia dalam forum negara-negara ASEAN.

Kesepakatan itu lahir melalui pertemuan tingkat tinggi ASEAN di Hanoi, Vietnam. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama memerangi demam berdarah di kawasan.

Indonesia kemudian memimpin peringatan perdana Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN pada 15 Juni 2011. Saat itu, negara-negara anggota ASEAN menyepakati Deklarasi Jakarta tentang Demam Berdarah Dengue.

Deklarasi tersebut mencerminkan tekad bersama untuk memperkuat kerja sama regional. Tujuannya meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian demam berdarah secara berkelanjutan.

Dukungan ASEAN dan WHO

Melansir KnowDengue, seluruh negara anggota ASEAN terlibat dalam upaya pengendalian demam berdarah. Negara tersebut meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

Upaya tersebut juga mendapat dukungan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dinilai penting dalam menekan penyebaran penyakit.

WHO memperkirakan puluhan juta kasus demam berdarah terjadi setiap tahun di berbagai negara. Peningkatan kasus dipengaruhi perubahan iklim, urbanisasi, dan tingginya mobilitas masyarakat.

Upaya Pencegahan Demam Berdarah

Salah satu langkah pencegahan yang terus dikampanyekan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Program tersebut mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

PSN dikenal melalui gerakan 3M Plus yang mudah diterapkan masyarakat. Langkah tersebut meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menggunakan obat nyamuk dan memasang kawat kasa pada ventilasi. Penggunaan kelambu saat tidur juga menjadi bagian dari upaya pencegahan.

KnowDengue menyebut vaksinasi juga dapat membantu mengurangi risiko infeksi demam berdarah. Namun pelaksanaannya perlu dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Peringatan Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tersebut. Partisipasi aktif seluruh pihak dinilai penting untuk menekan angka kasus dan kematian akibat demam berdarah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....