Pemerintah Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah Berbasis Komunitas Nasional

  • 29 Mei 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terus memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui bantuan pemerintah tahun 2026.
  • Program itu mendukung komunitas dan individu pelestari bahasa daerah.
  • Program bantuan menjadi bagian semangat Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terus memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui bantuan pemerintah tahun 2026. Program itu mendukung komunitas dan individu pelestari bahasa daerah.

Program bantuan menjadi bagian semangat Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026. Pemerintah menginginkan masyarakat berperan penting menjaga bahasa ibu tetap hidup.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin mengatakan, bantuan diberikan kepada komunitas dan pegiat bahasa daerah. “Melalui fasilitasi komunitas, kami mendukung penggerak pelestarian bahasa daerah sekaligus menghormati maestro yang menjaga sastra daerah,” ujar Hafidz dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 29 Mei 2026.

Penerima bantuan berasal dari berbagai komunitas dan pegiat budaya daerah. Mereka mengembangkan program pelestarian bahasa berbasis masyarakat.

Salah satu praktik baik datang dari Rustani Simanjuntak yang memanfaatkan bantuan pemerintah untuk mengembangkan pembelajaran dan promosi Aksara Batak. Ia menyiapkan alat peraga dan buku pembelajaran aksara tradisional.

Rustani juga mengembangkan tutorial belajar aksara Batak bagi generasi muda. Program itu mengenalkan komponen dasar surat Batak kepada masyarakat.

“Saya berharap bantuan ini memperluas pemanfaatan aksara Batak di masyarakat. Kebanggaan budaya Batak perlu tumbuh di tengah kehidupan multikultural,” kata Rustani.

Komunitas Yayasan Tribuno Svastha Harena turut mengembangkan literasi digital bahasa daerah. Program mereka menyasar generasi muda melalui ruang digital kreatif.

Kegiatan meliputi pelatihan konten budaya lokal dan dokumentasi bahasa daerah. Komunitas juga mempublikasikan karya sastra melalui media sosial.

Perwakilan yayasan, Hari Kusmanto, menilai bahasa daerah harus tetap relevan. Menurutnya, generasi muda perlu melihat bahasa daerah sebagai identitas nasional.

“Bahasa daerah tidak hanya perlu dipertahankan sebagai warisan budaya. Tetapi juga harus mampu hidup dan berkembang di tengah ekosistem digital modern," kata Hari.

"Karena itu, generasi muda perlu diajak untuk melihat bahasa daerah. Hal ini sebagai bagian penting dari identitas nasional yang relevan dengan kehidupan mereka saat ini,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....