Hari Jadi Bogor: Ketahui Sejarah, Asal Nama, dan Perkembangannya
- 03 Jun 2026 13:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Jadi Bogor diperingati setiap 3 Juni berdasarkan penobatan Sri Baduga Maharaja sebagai Raja Pajajaran pada 1482.
- Nama Bogor memiliki beberapa versi asal-usul, mulai dari 'Buitenzorg', 'Bahai', 'Bokor', hingga 'Hoofd Van de Negorij Bogor'.
- Hari Jadi Bogor ditetapkan secara resmi melalui sidang pleno DPRD Kabupaten Bogor pada 26 Mei 1972.
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Jadi Bogor diperingati setiap 3 Juni sebagai momentum mengenang sejarah panjang daerah tersebut. Pada 2026, Kota dan Kabupaten Bogor memperingati Hari Jadi Bogor atau HJB ke-544.
Peringatan tersebut berakar dari peristiwa penting yang terjadi lebih dari lima abad silam. Momentum itu menjadi bagian penting sejarah Kerajaan Pajajaran dan perkembangan Bogor hingga sekarang.
Penobatan Sri Baduga Maharaja
Melansir laman Pemerintah Kabupaten Bogor, tanggal 3 Juni ditetapkan sebagai sejarah awal berdirinya Bogor. Penetapan tersebut merujuk pada pelantikan Sri Baduga Maharaja sebagai Raja Pajajaran pada 3 Juni 1482.
Pelantikan tersebut berlangsung melalui upacara 'Kedabhakti' yang dilaksanakan selama sembilan hari berturut-turut. Dalam sejumlah sumber sejarah, prosesi tersebut juga dikenal dengan nama upacara 'Kuwedabhakti'.
Upacara tersebut menjadi simbol kebersamaan dan pengakuan terhadap kepemimpinan Raja Pajajaran yang baru. Peristiwa itu juga menandai awal terbentuknya tatanan pemerintahan di wilayah yang kini bernama Bogor.
Selama memerintah pada 1482 hingga 1521, Sri Baduga Maharaja membawa Pajajaran menuju puncak kejayaan. Raja Sunda tersebut dikenal sebagai salah satu penguasa paling berpengaruh dalam sejarah Kerajaan Sunda.
Asal Usul Nama Bogor
Nama Bogor memiliki sejumlah versi yang berkembang dan diwariskan masyarakat hingga saat ini. Salah satu pendapat menyebut nama Bogor berasal dari kata 'Buitenzorg' yang digunakan pemerintah kolonial Belanda.
Pendapat lain menyebut Bogor berasal dari kata 'Bahai' yang berarti sapi dalam bahasa setempat. Penafsiran tersebut dikaitkan dengan keberadaan patung sapi yang hingga kini berada di Kebun Raya Bogor.
Selain itu, terdapat pendapat yang menghubungkan Bogor dengan kata 'Bokor' yang berarti tunggul pohon enau. Istilah tersebut merujuk pada pohon kawung yang dahulu banyak ditemukan di wilayah Bogor.
Versi lainnya menyebut nama Bogor berasal dari istilah 'Hoofd Van de Negorij Bogor'. Istilah tersebut memiliki arti 'Kepala Kampung Bogor' yang pernah dikenal pada masa lampau.
Kampung Bogor tersebut berada di kawasan yang kini dikenal sebagai Kebun Raya Bogor. Kawasan bersejarah itu mulai dibangun oleh C.G.K. Reinwardt pada 1817 sebagai pusat penelitian botani.
Perkembangan Wilayah Bogor
Pada 1745, Gubernur Jenderal Gustaf Willem Baron van Imhoff mulai mengembangkan Kampung Bogor secara bertahap. Kawasan tersebut kemudian tumbuh menjadi kesatuan masyarakat yang semakin besar dan berkembang.
Kesatuan masyarakat itulah yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Kabupaten Bogor saat ini. Perkembangan wilayah tersebut berlangsung seiring bertambahnya aktivitas pemerintahan dan permukiman penduduk.
Berpijak pada sejarah tersebut, DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor menggelar sidang pleno. Dalam sidang 26 Mei 1972 itu, tanggal 3 Juni ditetapkan sebagai Hari Jadi Bogor.
Sejak penetapan tersebut, Hari Jadi Bogor diperingati secara rutin setiap tahun oleh masyarakat. Peringatan itu menjadi sarana mengenang perjalanan sejarah sekaligus memperkuat identitas daerah.
Pusat Pemerintahan di Cibinong
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dipindahkan ke Cibinong. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung pelayanan pemerintahan yang lebih efektif dan terpusat.
Pusat kegiatan pemerintahan Kabupaten Bogor kemudian menempati kompleks perkantoran di Cibinong sejak 1990. Hingga kini, kawasan tersebut tetap menjadi pusat administrasi pemerintahan Kabupaten Bogor.
Makna Hari Jadi Bogor
Hari Jadi Bogor biasanya diperingati melalui berbagai kegiatan yang melibatkan ribuan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut mencakup upacara peringatan, bazar kuliner, dan beragam pertunjukan budaya.
Perayaan juga dimeriahkan arak-arakan jampana, festival tradisional, serta pertunjukan seni modern daerah. Berbagai kegiatan tersebut bertujuan memperkuat persatuan, kolaborasi, dan kebersamaan antarwarga Bogor.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, peringatan ini mengingatkan masyarakat terhadap sejarah daerahnya. Momentum tersebut juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....