Menbud Fadli Nilai Minat Generasi Muda terhadap Keris Meningkat

  • 24 Mei 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menilai minat generasi muda terhadap keris meningkat di era digital karena keris memiliki nilai budaya, seni, dan dapat dikoleksi secara langsung.
  • Pemerintah terus memperkuat literasi dan narasi positif tentang keris sebagai ekspresi budaya adiluhung warisan nenek moyang Indonesia.
  • Empu keris asal Sumenep, Ika Arita memperkenalkan budaya keris kepada generasi muda melalui kegiatan edukasi, diskusi, dan Tour Desa Keris di Kabupaten Sumenep.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menilai minat generasi muda terhadap keris Indonesia terus meningkat di era digital. Menurutnya, keris sebagai budaya material memiliki daya tarik tersendiri karena dapat dimiliki, dirasakan, dan dikoleksi secara langsung.

Ia mengatakan, kehadiran benda budaya fisik menjadi penting di tengah perkembangan teknologi digital. Ia menilai keris tidak hanya memiliki nilai sejarah dan seni, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Indonesia.

"Karena di era digital, sesuatu yang material itu menjadi sangat penting. Kalau kerisnya itu keris digital tidak bisa dipegang, tida bisa dirasa," katanya kepada wartawan usai acara Peringatan Hari Keris Nasional 2026, Museum Pusaka TMII, Jakarta Timur, Sabtu malam, 23 Mei 2026.

Ia menjelaskan, keris merupakan bagian dari material culture yang dapat diwariskan dan dijadikan bagian dari kehidupan budaya masyarakat. Menurutnya, keberadaan keris yang bisa dimiliki dan disimpan menjadi salah satu faktor generasi muda mulai tertarik terhadap budaya perkerisan.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengembangkan literasi dan narasi positif tentang keris. Agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.

"Jadi kita terus kembangkan literasi dan narasi yang baik tentang keris. Karena keris ini adalah satu ekspresi budaya adiluhung nenek moyang kita," ucapnya.

Empu wanita asal Sumenep, Ika Arita memiliki cara tersendiri untuk memperkenalkan budaya keris kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan edukasi dan literasi budaya.

Sebelumnya, kegiatan pengenalan budaya keris pernah diselenggarakan di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Acara ini dihadiri oleh para pegiat budaya Pelar Agung Desa Aeng Tongtong.

Ia mengatakan kegiatan itu digelar untuk memperingati 17 tahun penetapan Keris Indonesia oleh UNESCO. Penetapan tersebut berlangsung pada 25 November 2005 sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

"Sebagai pengrajin keris dan daerah yang mengusung branding keris. Kegiatan ini menjadi penting untuk mengenalkan keris kepada generasi muda," katanya saat menghadiri acara Kacareta Asanding Kerres, Desa Aeng Tongtong, Saronggi Sumenep, Jawa Timur, Rabu, 30 November 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan diskusi tentang keris di era modern. Tetapi juga menggelar Tour Desa Keris untuk memperkenalkan proses pembuatan dan nilai budaya keris kepada generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....