Seniman Bundengan Beberkan Makna Kemerdekaan Perempuan bagi Sesama

  • 22 Apr 2026 16:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mulyani memaknai kemerdekaan perempuan sebagai kemampuan memberi manfaat bagi sesama, berangkat dari pengalaman hidupnya sebagai perempuan desa yang harus berjalan sembilan kilometer ke sekolah.
  • Mulyani menilai kemerdekaan adalah mengurangi ego dan fokus melayani orang lain, dengan keyakinan bahwa kebahagiaan muncul dari membantu sesama.
  • Muhammad Ade Putra menegaskan, peran perempuan kini harus disesuaikan dengan zaman, dan tidak lagi dibatasi pada ranah domestik seperti pandangan lama.

RRI.CO.ID, Jakarta - Makna kemerdekaan bagi perempuan tidak selalu dimaknai sebagai kebebasan pribadi semata, tetapi juga tentang bagaimana memberi arti bagi sesama. Hal tersebut disampaikan oleh pegiat seni Bundengan dan Tari Topeng Lengger, Mulyani.

Ia mengungkapkan, latar belakangnya sebagai perempuan desa membentuk cara pandangnya terhadap kemerdekaan. Ia mengenang masa kecilnya yang harus menempuh perjalanan sejauh sembilan kilometer dengan berjalan kaki untuk pergi ke sekolah.

"Sebagai orang desa, saya dulu harus berjalan kaki sejauh sembilan kilometer untuk ke sekolah. Jadi merdeka saat ini yang saya rasakan adalah bagaimana kita pada usia saya itu bisa menyerahkan diri," ujarnya dalam gelar wicara 'Perempuan Bermimpi, Perempuan Menginspirasi', Museum R.A Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026.

Menurutnya, kemerdekaan yang dirasakan saat ini bukan hanya soal kebebasan menentukan pilihan hidup. Tetapi bagaimana seseorang mampu menyerahkan diri untuk hidup yang lebih bermakna bagi orang lain.

Ia menjelaskan, pada usianya saat ini, kemerdekaan dimaknai sebagai upaya untuk mengurangi ego pribadi. Dan lebih fokus pada pelayanan kepada sesama.

"Bagi saya, kemerdekaan adalah ketika kita bisa hidup bermakna bagi sesama, melayani, dan membahagiakan orang lain. Bahagia itu ternyata efek samping dari menolong," ucapnya.

Ia mengakui, proses tersebut tidak mudah karena membutuhkan kemampuan untuk melepaskan ego. Namun, ia meyakini bahwa kebahagiaan sejati justru hadir sebagai dampak dari membantu orang lain.

Ia menegaskan, kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dan menjadikan hidupnya lebih berarti bagi orang lain.

Sementara itu, Penyair dan Pegiat Budaya, Muhammad Ade Putra juga memberikan pandangannya terhadap arti kemerdekaan untuk perempuan. Menurutnya, pemahaman tentang peran perempuan perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman yang terus berubah.

Ia menilai, pandangan lama yang membatasi ruang gerak perempuan sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. "Zaman dahulu sudah tidak relevan dengan sekarang, kalau dulu perempuan hanya di kasur, dapur, dan sumur," ujarnya.

Ia menegaskan, perempuan saat ini telah memiliki ruang yang lebih luas untuk berperan di berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu, ia menilai penting untuk meninggalkan pemikiran yang membatasi peran perempuan pada ranah domestik semata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....