Warisan Budaya Nusantara, Simak Makna dan Filosofi Keris
- 19 Apr 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kebudayaan menetapkan Hari Keris Nasional setiap 19 April, bertepatan dengan berdirinya Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), sebagai upaya menghidupkan kembali nilai keris sebagai warisan budaya bangsa.
- Keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional, tetapi juga simbol kebijaksanaan, spiritualitas, serta identitas dan kearifan lokal masyarakat Nusantara, yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.
- Pelestarian keris dilakukan melalui edukasi, penelitian, dan regenerasi empu, dengan dukungan kolaborasi berbagai pihak, agar nilai historis, filosofis, dan sosial-budaya keris tetap relevan bagi generasi masa kini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) telah menetapkan Hari Keris Nasional yang jatuh setiap tanggal 19 April. Penetapan ini bertepatan dengan hari berdirinya Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI).
Penetapan Hari Keris Nasional menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali makna keris sebagai warisan budaya. Dan juga yang sarat nilai sejarah, filosofi, serta identitas bangsa.
Keris tidak hanya dipandang sebagai senjata tradisiona. Kerus juga simbol kebijaksanaan, spiritualitas dan juga kearifan lokal masyarakat Nusantara.
Sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia yang telah diakui oleh UNESCO, pelestarian keris diharapkan dapat terus diperkuat melalui edukasi. Adapun melibatkan penelitian, serta regenerasi empu atau pembuat keris.
Upaya ini dinilai penting agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam keris tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini. Kemenbud juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas perkerisan, akademisi, dan masyarakat luas dalam menjaga eksistensi keris.
Lantas seperti apakah makna dan filosofis keris?. Melansir dari Instagram Kementerian Kebudayaan, berikut adalah penjelasannya.
Keris merupakan senjata tikam berbentuk belati yang dicirikan dengan bentuk bilahnya yang cenderung melengkung condong ke dalam. Menariknya, metode penempaannya yang menggunakan teknik metalurgi tertentu.
Keris tersebar di hampir seluruh wilayah di Indonesia, khususnya Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Termasuk di negara lain di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Meskipun asal-usul keris masih diperdebatkan, persebarannya yang luas menjadi bukti telah terjadinya difusi teknologi pembuatan keris. Adapun akulturasi dengan aspek budaya lokal yang kemudian menghasilkan tangguh, yaitu kekhasan gaya daerah dan zaman pembuatan keris.
Pembuatan keris menggunakan teknik metalurgi yang rumit melalui penempaan dan pelipatan campuran besi, baja, dan nikel. Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan keris yang kuat serta membentuk motif pamor yang indah.
Kerumitan teknik penempaan keris menjadi bukti atas kemajuan ilmu pengetahuan masyarakat Nusantara pada masa itu. Seiring perkembangan zaman, fungsi keris juga ikut berkembang.
Sebagai benda budaya yang kaya akan nilai historis, filosofis, artistik, dan spiritual, keris kini memiliki banyak fungsi sosial-budaya. Mulai dari atribut upacara penting, kelengkapan busana resmi, benda pusaka/wasiat (heirloom), azimat, hingga benda seni dan koleksi.
Kepemilikan keris juga dapat menjadi penanda kedudukan seseorang dalam strata sosial. Salah satunya menjadi tanda pangkat, serta identitas diri dan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....