Kirab Pusaka Nusantara 2026 Pertama Kali Digelar di Kawasan Candi Borobudur
- 18 Apr 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kebudayaan menggelar Kirab Pusaka Nusantara pertama kali di Candi Borobudur untuk memperingati Hari Keris Nasional dan Hari Warisan Dunia.
- Kegiatan ini bertujuan memperkuat pelestarian budaya sebagai warisan hidup serta menegaskan nilai tradisi dan peran masyarakat.
- Kirab melibatkan sekitar 1.000 peserta dari 20 desa penyangga, disertai rangkaian doa lintas agama dan ritual budaya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melaksanakan Kirab Pusaka Nusantara sebagai bentuk peringatan Hari Keris Nasional dan Hari Warisan Dunia. Kegiatan tersebut pertama kali diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat, 17 April 2026.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat pelestarian budaya sebagai warisan hidup (living heritage). Kirab Pusaka Nusantara, katanya, menjadi ruang ekspresi budaya yang mempertemukan tradisi, pusaka, dan partisipasi aktif masyarakat.
"Mudah-mudahan (kedepannya) kita bisa menyelenggarakan lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan budaya, karena Borobudur ini juga merupakan living heritage. Kegiatan-kegiatan keagamaan, budaya merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Indonesia," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 18 April 2026.
Penyelenggaraan kirab ini, lanjut dia, menegaskan bahwa kekuatan kawasan Borobudur, tak hanya terletak pada kemegahan candinya. Tapi juga pada pusaka tradisi, nilai luhur, ritual, seni, adat istiadat, dan ingatan kolektif yang masih dijaga oleh masyarakat.
Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa Borobudir mempunyai posisi ikonik sebagai peradaban dan destinasi wisata global. Hal inilah yang menjadikan Borobudur sebagai satu situs Warisan Dunia dengan nilai sejarah dan arkeologis.
"Kita berharap dengan hadirnya Candi Borobudur yang semakin baik pelayanannya, semakin dikenal, semakin ramah terhadap disabilitas. Dan juga ramah terhadap mereka yang senior, dan tentu saja dari berbagai latar belakang," ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan Kirab Pusaka Nasional ini melibatkan perwakilan dari 20 desa penyangga kawasan Borobudur. Kegiatan ini juga mencerminkan peran penting masyarakat dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya.
Adapun partisipasi masyarakat sekitar mencapai 1.000 peserta yang melibatkan perwakilan desa dan komunitas budaya. Kegiatan diawali dari Gerbang Beringin, dilanjutkan dengan kirab budaya membawa pusaka menuju Pelataran Kenari.
"Kita harapkan semangat gotong royong yang kita saksikan hari ini bisa kita teruskan untuk memajukan kita bersama. Keberadaan Candi Borobudur harus kita rasakan bersama, termasuk manfaatnya bagi masyarakat di sekitar Borobudur," ucapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa lintas agama dan ritual budaya. Serta penyerahan bibit konservasi sebagai simbol keberlanjutan pelestarian.
Salah satu perwakilan dari Paguyuban Agni Bojonegoro mengaku sangat bangga dapat mengikuti perayaan hari keris Nasional tahun 2026. Dari kegiatan tersebut, dirinya mendapatkan banyak hal tentang budaya Nusantara.
"Melalui kegiatan hari keris nasional ini. Kami lebih banyak belajar dan mengerti khususnya tentang warisan budaya bangsa Indonesia," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....