Jaga Warisan Leluhur, Kemenbud-SNKI Dorong Literasi Keris Lombok

  • 11 Sep 2025 19:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Lombok Utara: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) berkomitmen menjaga warisan leluhur. Khususnya dengan mendorong literasi mengenai teknik pembuatan dan filosofi keris Lombok.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan bahwa literatur mengenai keris Sumbawa sangat minim jika dibandingkan dengan Lombok. “Kita kekurangan literatur mengenai keris Sumbawa, padahal karakteristiknya sangat berbeda dengan keris Lombok," katanya dalam keterangan pers, Kamis (11/9/2025).

Lebih lanjut, sejumlah empu keris dari Lombok Timur, Sakra, dan Bayan juga merasakan minimnya literatur mengenai keris. Mereka menjelaskan bahwa keris Lombok merupakan hasil akulturasi budaya Bali, Sumbawa, dan Jawa, sehingga memiliki kekhasan tersendiri yang patut dilestarikan.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan riset yang lebih mendalam disertai publikasi. Upaya ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan, memperluas literatur, serta memperkuat posisi keris Lombok sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.

Selain keris, isu manuskrip tradisional juga mendapat sorotan. Sejumlah tokoh mencatat adanya kekosongan narasi sejarah Lombok, terutama periode pra-penjajahan.

"Saat kunjungan ke museum provinsi, saya juga meninjau langsung penyimpanan manuskrip lontar. Koleksi manuskrip ini sangat banyak, mencapai sekitar 1.800 naskah,” ujar Menbud Fadli.

Ia menegaskan, bahwa pentingnya untuk membuat katalog manuskrip dan klarifikasinya. "Ini menjadi peluang besar bagi riset mahasiswa, dosen, maupun peneliti, dari sini bisa lahir jurnal yang sangat bernilai," ucapnya.

Ia menambahkan, sebagian manuskrip penting nasional seperti Negarakertagama yang dibawa dari Belanda ternyata berasal dari Lombok. Meski berupa salinan, hal ini menunjukkan betapa pentingnya posisi Lombok dalam sejarah intelektual Nusantara.

Sebagai informasi, Kemenbud telah mendukung penuh literatur tentang keris Lombok. Hal itu dibuktikan dengan keikutsertaan Membud Fadli dengan penulis lainnya untuk membuat buku tentang keris Lombok.

"Sudah ada beberapa literatur tentang keris Lombok, termasuk buku yang saya tulis bersama Pak Basuki. Buku tersebut saat ini sedang dalam proses penerjemahan ke bahasa Inggris agar bisa diakses lebih luas," katanya, menjelaskan.

Ia berharap, seluruh masyarakat bersama-sama menjaga, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan NTB. Dengan dukungan kebijakan, literasi, sertifikasi, serta pendanaan yang tersedia, NTB tampil sebagai salah satu pusat kebudayaan penting di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....