Libatkan 20 Desa, Kirab Pusaka Nusantara 2026 di Candi Borobudur Berjalan Khidmat
- 19 Apr 2026 05:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kirab Pusaka Nusantara 2026 di Candi Borobudur diikuti 1.000 peserta dari 20 desa penyangga.
- Kegiatan berlangsung khidmat dan mencerminkan gotong royong dalam pelestarian budaya.
- Rangkaian acara meliputi kirab pusaka, doa lintas agama, ritual budaya, hingga kenduri bersama.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 1.000 peserta dari 20 desa penyangga mengikuti Kirab Pusaka Nusantara 2026 di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan melibatkan masyarakat, budayawan, seniman, serta berbagai pemangku kepentingan pelestarian budaya.
Keterlibatan ribuan peserta tersebut mencerminkan kuatnya peran masyarakat dalam menjaga warisan budaya Nusantara. Selain itu, partisipasi dari berbagai desa menunjukkan kolaborasi lintas komunitas dalam merawat tradisi yang masih hidup di kawasan Borobudur.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelestarian budaya. Ia berharap nilai kebersamaan tersebut dapat terus dijaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
"Kita harapkan semangat gotong royong yang kita saksikan hari ini bisa kita teruskan untuk memajukan kita bersama. Keberadaan Candi Borobudur harus kita rasakan bersama, termasuk manfaatnya bagi masyarakat di sekitar Borobudur dan juga masyarakat luas," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 18 April 2026.
Kirab Pusaka Nusantara ini diawali dari Gerbang Beringin dengan prosesi arak-arakan pusaka menuju Pelataran Kenari. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa lintas agama, ritual budaya, serta penyerahan bibit konservasi sebagai simbol keberlanjutan pelestarian.
Acara ditutup dengan kenduri atau makan bersama (umbul bojono), yang mencerminkan nilai kebersamaan, sera harmoni. Kegiatan ini huga menjaga kearifan lokal masyarakat sekitar Borobudur.
Sebelumnya, persiapan Kirab Pusaka Nusantara dilaksanakan di kawasan Candi Borobudur pada Jumat, 10 April 2026. "Persiapan ini juga melibatkan pengelola kawasan Borobudur, perwakilan komunitas, dan tokoh masyarakat," ujar Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi.
Rangkaian kirab dirancang sebagai prosesi budaya yang mengusung konsep "Meti Pusaka Nusantara". Kegiatan ini melibatkan partisipasi 20 desa dengan susunan barisan yang mencerminkan nilai tradisi, termasuk pembawa pusaka dan tumpeng.
Ia berharap, pelaksanaan Kirab Pusaka Nusantara dapat berjalan tertib, sakral, dan sesuai dengan nilai budaya yang diusung. "Sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi dan penguatan identitas budaya di kawasan Borobudur," ucapnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan Kirab Pusaka Nusantara 2026 ini merupakan bentuk peringatan Hari Keris Nasional dan Hari Warisan Dunia. Menariknya, penyelengaraan ini dilakukan perdana di kawasan Candi Borobudur pada Jumat, 17 April 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....