Ibadah Paskah, Kenapa Perjamuan Kudus Identik dengan Roti dan Anggur?

  • 05 Apr 2026 10:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Roti dan anggur dalam Perjamuan Kudus melambangkan tubuh dan darah Yesus Kristus sebagai wujud pengorbanan dan keselamatan umat
  • Kedua simbol tersebut dimaknai secara spiritual sebagai pengingat kasih, pengampunan, serta persatuan umat dalam iman Kristiani
  • Meski praktik penggunaan roti dan anggur berbeda di tiap gereja, makna simboliknya tetap sama sebagai refleksi iman menjelang Paskah

RRI.CO.ID, Jakarta - Roti dan anggur kerap dijadikan menjadi elemen utama dalam Perjamuan Kudus yang dijalankan umat Kristiani. Kedua simbol ini memiliki makna mendalam, terutama menjelang perayaan Paskah.

Mengutip Mengenal Kehendak Allah (2004) oleh Pieter Lase, roti melambangkan tubuh Yesus Kristus yang diserahkan bagi keselamatan manusia. Sementara anggur melambangkan darah Kristus yang dicurahkan untuk pengampunan dosa.

Simbolisasi ini tidak dimaknai secara fisik, melainkan sebagai bentuk kehadiran spiritual Kristus. Umat diajak memahami makna pengorbanan melalui tindakan sederhana tersebut.

Roti yang dipecahkan dalam Perjamuan Kudus mengingatkan umat pada penderitaan Yesus di kayu salib. Roti juga menjadi simbol persatuan umat dalam satu tubuh Kristus.

Makna ini menegaskan pentingnya kebersamaan dalam kehidupan iman. Umat tidak hanya beribadah secara individu, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas.

Sementara, anggur memiliki makna sebagai darah Kristus yang membawa pengampunan. Simbol ini menegaskan bahwa keselamatan diberikan melalui pengorbanan yang tulus.

Anggur juga sering disebut sebagai cawan syukur dalam Perjamuan Kudus. Hal ini menunjukkan relasi antara umat dengan Tuhan yang dipenuhi rasa syukur.

Dalam praktiknya, penggunaan roti dan anggur mengikuti tradisi masing-masing gereja. Ada yang menggunakan roti tanpa ragi, sementara lainnya memakai roti beragi.

Untuk anggur, sebagian gereja menggunakan wine hasil fermentasi alami. Namun, ada pula yang menggunakan jus anggur sebagai alternatif sesuai kebutuhan.

Meski terdapat perbedaan dalam praktik, makna simboliknya tetap sama. Roti dan anggur menjadi pengingat akan kasih dan pengorbanan Kristus bagi umat manusia.

Dalam pemaknaannya, Perjamuan Kudus tidak hanya menjadi ritual rutin. Ibadah tersebut menjadi sarana refleksi iman yang memperkuat hubungan dengan Tuhan.

Penggunaan roti dan anggur bukan sekadar simbol dalam liturgi gereja. Keduanya mengandung pesan mendalam tentang kasih, pengampunan, dan harapan dalam iman Kristiani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....