Simbol Paskah yang Populer dan Makna di Baliknya
- 04 Apr 2026 09:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Paskah diperingati pada 5 April 2026 sebagai momen kebangkitan Yesus Kristus dalam rangkaian Tri Hari Suci
- Simbol telur, kelinci, dan cokelat berkembang dari tradisi budaya Eropa dan dimaknai sebagai kehidupan baru
RRI.CO.ID, Jakarta — Perayaan Paskah tidak hanya dikenal sebagai momen religius umat Kristiani, tetapi juga identik dengan berbagai simbol. Di Indonesia, Hari Paskah akan diperingati pada 5 April 2026 sebagai bagian dari rangkaian Tri Hari Suci.
Paskah merupakan hari penting bagi umat Kristiani untuk mengenang kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah penyaliban. Makna utama perayaan ini juga berkaitan dengan harapan, kehidupan baru, dan kemenangan atas kematian.
Seiring perkembangannya, perayaan Paskah tidak hanya dirayakan melalui ibadah, tetapi juga dipengaruhi oleh tradisi budaya di berbagai negara. Pengaruh tersebut kemudian melahirkan berbagai simbol yang kini dikenal luas dalam perayaan Paskah.
Beberapa simbol yang paling dikenal dalam perayaan Paskah antara lain telur, kelinci, hingga cokelat. Ketiga simbol ini berkembang dalam budaya populer dan memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan baru serta sukacita.
Simbol telur dalam tradisi Paskah telah dikenal sejak lama sebagai lambang kehidupan baru. Dalam konteks perayaan ini, telur sering dimaknai sebagai simbol kebangkitan, yang menggambarkan kehidupan yang muncul kembali.
Tradisi menghias dan membagikan telur kemudian berkembang di berbagai negara. Kegiatan seperti perburuan telur Paskah menjadi salah satu tradisi keluarga yang populer, terutama di negara-negara Barat seperti Eropa.
Selain telur, kelinci juga menjadi simbol yang melekat dalam perayaan Paskah. Hewan ini dikenal sebagai lambang kesuburan karena kemampuannya berkembang biak dengan cepat, sehingga diasosiasikan dengan kehidupan baru dan pembaruan.
Dalam tradisi Eropa, muncul cerita rakyat tentang Easter Bunny atau kelinci Paskah yang membawa dan menyembunyikan telur bagi anak-anak. Kisah ini kemudian berkembang dan menjadi bagian dari budaya populer yang dikenal luas hingga saat ini.
Tradisi Paskah bagi umat Kristiani biasanya dimulai dengan mencari telur Paskah pada subuh hari Minggu. Di beberapa daerah, ziarah ke makam juga dilakukan sebagai bagian dari peringatan tersebut.
Makna tersebut berkaitan juga dengan Minggu sebagai hari kebangkitan Yesus Kristus, saat Maria mendapati makam-Nya telah kosong. Dalam jurnal 'Menggagas Penggunaan Benih dalam Perayaan Paskah' disebutkan, telur melambangkan kehidupan baru, kebangkitan, dan sukacita setelah kematian.
Sementara itu, cokelat mulai identik dengan Paskah seiring perkembangan industri pada abad ke-19. Saat itu produsen mulai membuat telur dan kelinci berbahan cokelat yang kemudian menjadi hadiah khas dalam perayaan tersebut.
Hal itu disambut antusias oleh masyarakat, terutama anak-anak. Mulai dari kartu ucapan, mainan, dan pernak-pernik bertema kelinci dan telur juga mulai meramaikan pasar setiap musim Paskah.
Meski demikian, simbol telur, kelinci, bahkan cokelat ini bukan berasal dari ajaran Alkitab. Tradisi tersebut berkembang dari budaya Eropa yang kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, perayaan Paskah lebih menitikberatkan pada aspek ibadah dan refleksi spiritual. Namun, pengaruh budaya global membuat simbol-simbol tersebut mulai dikenal sebagai bagian dari perayaan, khususnya dalam kegiatan keluarga dan anak-anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....