Mengenal Tradisi Unik Peringatan Jumat Agung di Nusantara
- 03 Apr 2026 07:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peringatan Jumat Agung tidak hanya berlangsung khusyuk di dalam gereja, di berbagai daerah momentum ini juga dirayakan melalui tradisi khas
- Seiring peringatan wafatnya Yesus Kristus, masyarakat menghadirkan ritual turun-temurun dengan nuansa budaya lokal
- Keberagaman tradisi tersebut menunjukkan kekayaan budaya dalam praktik keagamaan di Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Jumat Agung tidak hanya berlangsung khusyuk di dalam gereja. Di berbagai daerah Indonesia, momentum ini juga dirayakan melalui tradisi khas yang sarat makna.
Seiring peringatan wafatnya Yesus Kristus, masyarakat menghadirkan ritual turun-temurun dengan nuansa budaya lokal. Tradisi tersebut memperkaya pengalaman spiritual sekaligus mempererat kebersamaan antarumat.
Perpaduan antara nilai keagamaan dan kearifan lokal membuat Jumat Agung terasa lebih hidup. Setiap daerah memiliki cara unik untuk mengenang pengorbanan Kristus dengan simbol dan praktik berbeda.
Berikut sejumlah tradisi unik Jumat Agung di berbagai wilayah Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber:
Buha-Buha Ijuk di Sumatra Utara
Tradisi ini dilakukan sejak dini hari dengan ditandai bunyi lonceng gereja. Warganumat Kristiani kemudian berjalan menuju makam keluarga untuk berdoa bersama.
Ritual ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus refleksi spiritual umat. Maknanya juga dikaitkan dengan kisah Maria Magdalena yang mendatangi makam Yesus saat fajar.
Jalan Salib Gunung Gandul di Wonogiri
Prosesi Jalan Salib dilakukan dengan mendaki Gunung Gandul sambil memanggul salib besar. Perjalanan ini menjadi simbol penderitaan Yesus menuju penyaliban di Golgota.
Medan yang berat memberi pengalaman batin yang mendalam bagi para peserta. Umat diajak merasakan secara langsung makna pengorbanan dalam iman Kristiani.
Semana Santa di Larantuka
Tradisi ini telah berlangsung ratusan tahun dan menjadi salah satu yang paling dikenal. Puncaknya terjadi saat arak-arakan patung Yesus dan Bunda Maria dalam suasana hening.
Prosesi dilakukan dengan cahaya lilin yang menciptakan nuansa sakral. Ribuan peziarah dari berbagai daerah turut mengikuti perayaan ini setiap tahun.
Kure di Noemuti, Nusa Tenggara Timur
Tradisi Kure dilakukan dengan berjalan dari rumah ke rumah sambil berdoa bersama. Setiap rumah menjadi tempat perenungan yang penuh makna spiritual.
Selain itu, tradisi ini juga mempererat kebersamaan antarwarga setempat. Tuan rumah biasanya berbagi hasil panen kepada para peserta sebagai simbol berbagi berkat.
Memento Mori di Palangka Raya
Peringatan dilakukan hingga malam hari dengan berkumpul di area pemakaman. Umat menyalakan lilin dan berdoa dalam suasana hening yang mendalam.
Tradisi ini mengingatkan manusia akan keterbatasan hidup di dunia. Namun di balik itu, tersimpan harapan akan kebangkitan dan kehidupan yang kekal.
Perayaan Sukacita di Manado dan Maumere
Setelah masa refleksi, beberapa daerah merayakan Paskah dengan penuh kegembiraan. Di Manado, perayaan ditandai dengan pesta kembang api yang meriah.
Sementara di Maumere, suasana dihidupkan dengan tarian khas daerah. Perayaan ini menjadi simbol sukacita atas harapan baru setelah penderitaan.
Keberagaman tradisi tersebut menunjukkan kekayaan budaya dalam praktik keagamaan di Indonesia. Meski berbeda cara, seluruhnya tetap bermuara pada makna yang sama.
Jumat Agung menjadi momen refleksi atas pengorbanan dan kasih yang diberikan kepada umat manusia. Tradisi lokal pun memperkuat nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....