Rangkaian Ibadah Jumat Agung, Ini Tahapannya menjelang Paskah

  • 03 Apr 2026 06:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perayaan Jumat Agung bukan sekadar ibadah rutin, melainkan momen hening untuk merenungkan makna keselamatan dalam iman Kristen
  • Fokus utama ibadah Jumat Agung adalah mengenang penderitaan dan wafat Yesus sebagai inti iman Kristiani
  • Dalam tradisi gereja, rangkaian ibadah Jumat Agung terbagi dalam tiga bagian utama yang saling berkaitan

RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Jumat Agung menjadi momen penting dalam rangkaian Pekan Suci bagi umat Kristiani menjelang Paskah. Ibadah ini menandai wafatnya Yesus Kristus sekaligus refleksi atas pengorbanan dan kasih-Nya.

Perayaan Jumat Agung bukan sekadar ibadah rutin, melainkan momen hening untuk merenungkan makna keselamatan dalam iman Kristen. Umat biasanya mengikuti ibadah khusus di gereja dengan suasana khidmat tanpa kemeriahan seperti misa biasa.

Berbeda dari perayaan Ekaristi pada hari Minggu, ibadah Jumat Agung tidak menghadirkan konsekrasi baru dalam liturginya. Fokus utama ibadah ini adalah mengenang penderitaan dan wafat Yesus sebagai inti iman Kristiani.

Dalam tradisi gereja, rangkaian ibadah Jumat Agung terbagi dalam tiga bagian utama yang saling berkaitan. Setiap bagian memiliki makna simbolis yang menggambarkan perjalanan sengsara hingga wafat Yesus di kayu salib.

Mengutip laman resmi National Catholic Register, berikut tiga rangkaian utama ibadah Jumat Agung yang perlu dipahami umat:

1. Liturgi Sabda

Bagian pertama adalah Liturgi Sabda yang berisi pembacaan Kitab Suci terkait kisah sengsara Yesus. Bacaan ini meliputi nubuat, surat rasuli, hingga kisah penyaliban yang menggambarkan penderitaan Kristus.

Didalamnya terdapat doa umat beriman dengan struktur khusus yang berbeda dari ibadah biasa. Doa ini mencakup berbagai intensi mulai dari gereja, pemimpin agama, hingga seluruh umat manusia.

2. Penghormatan Salib

Tahap kedua adalah ritus penghormatan salib sebagai simbol utama pengorbanan Yesus bagi umat manusia. Prosesi ini biasanya diawali dengan pembukaan salib secara bertahap sebelum ditempatkan di altar.

Umat kemudian memberikan penghormatan dengan cara mencium atau membungkukkan badan di hadapan salib. Tradisi ini mencerminkan penghormatan mendalam terhadap pengorbanan Kristus di kayu salib.

3. Ritus Komuni

Bagian terakhir adalah Ritus Komuni yang tetap dilaksanakan meskipun bukan dalam bentuk misa lengkap. Komuni diberikan dari hosti yang telah dikonsekrasi pada perayaan sebelumnya, yakni Kamis Putih.

Prosesi ini berlangsung sederhana tanpa doa syukur agung maupun konsekrasi baru dalam ibadah. Setelah Komuni dibagikan, ibadah ditutup dengan doa penutup dalam suasana hening dan reflektif.

Melalui rangkaian tersebut, umat diajak untuk lebih memahami makna pengorbanan dan kasih dalam kehidupan beriman. Jumat Agung menjadi pengingat bahwa penderitaan membawa harapan baru bagi keselamatan manusia.

Mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh penghayatan menjadi bagian penting dalam perayaan Pekan Suci. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan memperdalam iman sebelum memasuki perayaan Paskah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....